Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mencatat ratusan keluarga penerima manfaat telah keluar dari Program Keluarga Harapan (PKH). Tercatat sekitar 482 warga telah tergraduasi atau dihapus dari daftar penerima bantuan sosial (bansos), karena dinilai sudah mandiri dan sejahtera.
"Tahun 2025 itu sekitar 600-an yang kita graduasi, kalau 2026 (sampai Juli) ada 482 warga yang kita graduasi," kata Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Mataram, Muzakkir Walad, saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data Dinsos Kota Mataram, warga penerima PKH yang sudah tergraduasi terbanyak berada di Kecamatan Ampenan sebanyak 118 orang. Kemudian, Cakranegara 72 orang, Mataram 76 orang, Sandubaya 92 orang, Sekarbela 74 orang, dan Selaparang 50 orang.
Muzakkir menjelaskan setelah tergraduasi, para mantan penerima PKH ini diberikan bantuan usaha seperti program perkiosan. Bantuan yang disalurkan berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 20 juta per orang. Bantuan perkiosan dapat berupa permodalan maupun barang dagangan langsung.
"Diberikan modal, barang, langsung kita berikan," jelasnya.
Setelah resmi mendapagkan bantuan melalaui program perkiosan, secara otomatis 482 warga tersebut dicoret dari DTKS maupun daftar penerima bantuan seperti PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
"Sudah mulai mandiri, jadi otomatis dihapus. Berhenti terima PKH, BPNT maupun PKH," tandas Muzakkir.
Sebagai informasi, ada sekitar 65.709 KK yang masuk kategori desil 1-5. Dengan rincian, desil 1 ada 14.605 KK, desil 2 (14.111 KK), desil 3 (11.754 KK), desil 4 (11.674 Kk), dan desil 5 ada 13.565 KK.