Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali menggelar sosialisasi kebijakan pengembangan anak usia dini holistik integratif (PAUD HI). Materi kebutuhan dasar anak disosialisasikan dalam kegiatan itu.
Sosialisasi menghadirkan sejumlah narasumber. Ada dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengenai pola hidup sehat, pemantauan gizi dan tumbuh kembang anak, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, dan IGTKI-PGRI Provinsi Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan implementasi PAUD HI dalam memenuhi kebutuhan anak secara menyeluruh," kata Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Surya Adnyani Mahayastra dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).
Adnyani mengatakan kebijakan kebutuhan dasar anak yang disosialisasikan adalah pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak. Kesejahteraan tenaga pendidik juga menjadi materi dalam sosialisasi itu.
"Diharapkan sosialisasi itu dapat menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman seluruh pihak mengenai kebijakan PAUD HI. Sehingga dapat diterapkan secara efektif di wilayah kerja dan satuan pendidikan masing-masing," kata Adnyani.
Soal pendidikan, sejumlah program telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Gianyar. Yakni, merintis TK Negeri Hindu di tujuh kecamatan hingga pendirian tempat penitipan anak (TPA) Gianyar.
Penguatan layanan juga dilakukan melalui transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, dengan MPLS tanpa tekanan akademik dan penghapusan tes calistung sebagai syarat masuk SD. Implementasi PAUD HI berupa penerbitan komik 7 kebiasaan anak Indonesia hebat dan kegiatan field trip, juga sudah dilakukan.
"Yang utama adalah memastikan anak memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang aman dan menyenangkan sejak usia dini," kata Adnyani.
Kemudian, tentang kesejahteraan tenaga pendidik, sejumlah kebijakan juga sudah dilaksanakan. Yakni, program Bunda Gianyar Pandai, diklat muatan lokal dongeng, pemberian insentif guru tetap yayasan, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi guru PAUD non-ASN atau swasta, dan beasiswa bagi pendidik.
Sedangkan di aspek kesehatan dan inklusi, dijalankan sejumlah program yakni PMT GIRANG, Bunda Sayang Anak Inklusif (SAINS), dan festival PAUD inklusi.
"Penerapan PAUD HI juga diperkuat melalui gelari Gianyar wajar dan SERGAP NEGRIKU untuk memperluas akses pendidikan, termasuk pemberian seragam, tas, tumbler dan kotak makan," katanya.
Pengawas Sekolah Ahli Madya, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Sang Kompyang Arda mengatakan, kebijakan PAUD HI adalah penting. Masa usia dini merupakan periode emas dalam pembentukan karakter, kecerdasan, dan kesehatan anak.
"Anak-anak tidak hanya membutuhkan pendidikan, tetapi juga gizi yang baik, kesehatan, pengasuhan penuh kasih sayang dan perlindungan," kata Arda.
Dia mengatakan pembangunan manusia Bali yang unggul perlu dimulai sejak usia dini dengan tetap berakar pada nilai adat dan budaya Bali. Hal itu sejalan dengan visi pembangunan Bali nangun sat kerthi loka Bali.
"Kita ingin anak-anak di Kabupaten Gianyar tumbuh menjadi anak yang cerdas, ceria, berakhlak mulia, dan memiliki karakter budaya Bali yang kuat," katanya.