detikBali
Hari Anak Nasional

Lalu Aden, Bocah Kursi Roda yang Tak Padamkan Mimpi Jadi Pesepak Bola

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026
Hari Anak Nasional

Lalu Aden, Bocah Kursi Roda yang Tak Padamkan Mimpi Jadi Pesepak Bola


Sanusi Ardy W - detikBali

Lalu Aden Penyandang disabilitas siswa SDN 4 Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur, NTB ketika belajar di ruang kelas, Kamis (23/7/2026) foto (Sanusi Ardi W/detikBali)
Foto: Lalu Aden Penyandang disabilitas siswa SDN 4 Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur, NTB ketika belajar di ruang kelas, Kamis (23/7/2026) foto (Sanusi Ardi W/detikBali)
Lombok Timur -

Di tengah peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, kisah Lalu Aden menjadi gambaran tentang semangat anak-anak disabilitas untuk terus tumbuh dan meraih mimpi. Setiap pagi, ia berangkat ke sekolah dengan menggunakan kursi roda. Ia merupakan salah satu siswa yang saat ini masih duduk di bangku kelas IV SDN 1 Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selama empat tahun terakhir, Lalu Aden tak pernah berjalan sendiri. Teman-teman sekelasnya bergantian mendorong kursi rodanya saat berangkat maupun pulang sekolah. Kebersamaan itu menjadi bagian dari rutinitas hariannya.

"Tetap masuk setiap hari seperti biasa. Dibantu oleh teman untuk bantu dorong kursi roda saya ke sekolah," ucap Lalu Aden, Kamis (23/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu Aden mengalami disabilitas fisik sejak lahir. Dalam kesehariannya, Lalu Aden selalu menggunakan kursi roda untuk beraktivitas, baik di sekolah maupun di rumah. Namun, kondisi itu tak membuatnya enggan mengikuti berbagai kegiatan bersama teman-temannya.

Saat pelajaran olahraga, misalnya, ia tetap ikut ambil bagian. Bahkan, bocah itu menyimpan cita-cita menjadi seorang pesepak bola.

ADVERTISEMENT

"Ingin menjadi pemain bola, saya biasa jadi penjaga gawang. Setiap jam pelajaran olahraga juga saya ikut," ucapnya.

Di luar olahraga, Lalu Aden memiliki bakat lain yang tak kalah menonjol. Ia piawai memainkan alat musik tradisional Gendang Beleq. Di rumah, ia kerap memainkan alat musik tersebut bersama teman-teman seusianya.

"Kadang kalau di rumah teman-teman saya datang kami memainkan musik tradisional Gendang Beleq, kebetulan di rumah saya ada alatnya," katanya.

Di sekolah, Lalu Aden selalu diberi panggung oleh gurunya dalam menunjukan kemampuanya memainkan musik tradisional Gendang Beleq. Terutama pada acara-acara maupun hari-hari besar sekolah.

"Misalnya pada Hari Guru, Lalu Aden ini dia bawa alat-alat musiknya itu untuk dimainkan di sekolah. Saya melihatnya dia berbakat dalam kesenian," ujar Mistum, salah seorang guru di SDN 4 Ketangga.

Menurutnya, Lalu Aden masih membutuhkan pendampingan dalam beberapa mata pelajaran, terutama berhitung dan menulis. Meski begitu, kemampuan membacanya sudah baik dan ia tetap mengikuti pelajaran matematika bersama teman-teman lainnya.

Lalu Aden, bocah kursi roda di Lombok Timur, NTB, bermain bersama teman, Kamis (23/7/2026). (Sanusi/detikBali)Lalu Aden, bocah kursi roda di Lombok Timur, NTB, bermain bersama teman, Kamis (23/7/2026). (Sanusi/detikBali)

"Kalau membaca sudah bisa, hanya saja kalau menulis perlu didampingi khusus. Kalau pelajaran matematika standar sama seperti anak-anak lainya. Yang menonjol itu menurut saya siswa kami ini di bidang kesenian," jelasnya.

Mistum juga bersyukur lingkungan sekolah memberikan dukungan penuh kepada Lalu Aden. Selama bersekolah, ia tidak pernah mengalami perundungan. Sebaliknya, teman-temannya selalu sigap membantu, mulai dari mendorong kursi roda hingga mendampinginya saat ke toilet.

"Kalau berangkat dan pulang dia dibantu oleh temannya ke sekolah. Begitu juga misalnya ketika pergi ke toilet harus dibantu oleh teman kelasnya," ujar Mistum.



(nor/nor)









Hide Ads