detikBali

Tagihan Listrik Penerangan Jalan di Mataram Tembus Rp 2,6 Miliar per Bulan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Tagihan Listrik Penerangan Jalan di Mataram Tembus Rp 2,6 Miliar per Bulan


Nathea Citra - detikBali

Ilustrasi - Salah satu penerangan jalan umum di Jalan Lingkar Selatan, Jempong, Sekarbela, Kota Mataram, NTB. (Foto: Nathea Citra/detikBali)
Ilustrasi - Salah satu penerangan jalan umum di Jalan Lingkar Selatan, Jempong, Sekarbela, Kota Mataram, NTB. (Foto: Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Tagihan listrik penerangan jalan umum (PJU) dan penerangan jalan lingkungan (PJL) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencapai Rp 2,6 miliar per bulan. Dalam setahun, biaya listrik untuk penerangan jalan itu mencapai Rp 31,2 miliar.

"Di angka Rp 2,6 miliar sebulan, tapi itu termasuk PJL juga. PJU kami hanya Rp 400 juta sampai Rp 500 juta," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram, Zulkarwin, Kamis (7/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zulkarwin menjelaskan penerangan jalan umum yang ada di Kota Mataram telah menggunakan sistem meterisasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan daya listrik yang dipakai sesuai dengan tagihan yang harus dibayar pemerintah.

"Semua PJU sudah dimeterisasi, kami bersama PLN sudah melakukan survei untuk memastikan bahwa tagihan yang masuk ke kita itu sesuai dengan daya yang diberikan oleh PLN," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Zulkarwin menyebut masih ada beberapa titik jalan di Mataram yang minim penerangan akibat kerusakan pada beberapa tiang listrik. Di antaranya Jalan Adi Sucipto, Jalan Saleh Hambali, hingga Jalan Brawijaya.

"Tahun kemarin kami sudah intervensi Jalan Arya Banjar Getas hingga Jalan Komjen M Yasin," ujar Zulkawin.

Di sisi lain, Zulkarwin menyebut tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram tidak memiliki anggaran untuk pengadaan CCTV ataupun kamera Area Traffic Control System (ATCS). "Kalaupun memang ada pemasangan, kami memanfaatkan tiang yang sudah ada untuk rekondisi," pungkasnya.




(iws/iws)










Hide Ads