Satuan Tugas (Satgas) program makan bergizi gratis (MBG) mengungkap penyebab 51 siswa keracunan usai menyantap menu MBG di Desa Jurit, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (24/4) lalu. Hasil uji laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan adanya kandungan bakteri Escherichia coli (E-coli) pada menu MBG yang dikonsumsi para siswa.
Anggota Satgas MBG Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozi, mengungkapkan kandungan bakteri E-Coli ditemukan dari hasil pemeriksaan sampel makanan MBG di laboratorium BPOM. Menurutnya, kadar bakteri yang ditemukan berada di atas ambang normal.
"Dari hasil pemeriksaan (BPOM), ditemukan dari sampel makanan mengandung E-coli," kata Aries, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, saat dihubungi via telepon, Rabu (13/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aries mengatakan sampel yang diperiksa berasal dari dua sumber, yakni makanan yang disimpan di bank sampel SPPG dan sisa makanan yang telah dikonsumsi penerima manfaat.
"Setiap SPPG itu memang diwajibkan menyimpan satu sampel makanan harian di bank sampel untuk kebutuhan antisipasi dan evaluasi," ucap Aries.
Ia menambahkan, pihaknya belum menyampaikan angka pasti hasil laboratorium karena masih menunggu data resmi yang akan disampaikan secara lengkap.
"Yang jelas hasil pemeriksaan menunjukkan kadarnya (bakteri E-coli) lebih dari normal, untuk persentasenya berapa masih belum," ungkap Aries.
Menurut Aries, bakteri E-coli sebenarnya banyak ditemukan di lingkungan sekitar. Namun, dalam kadar tertentu bakteri tersebut dapat memicu gangguan kesehatan.
"Bakteri E-coli ini hampir ada di banyak tempat, tetapi pada kadar tertentu bisa menyebabkan kondisi patologis atau gangguan kesehatan," terang Aries.
Terkait keberlanjutan operasional SPPG pasca temuan tersebut, Aries belum berkomentar banyak. Ia menegaskan keputusan selanjutnya akan dibahas bersama Satgas MBG, BGN, dan pihak terkait lainnya.
"Untuk operasional selanjutnya tentu nanti akan dibahas dan dikoordinasikan lebih lanjut oleh Satgas bersama pihak terkait," katanya.
(dpw/dpw)










































