Kasus mayat pria yang ditemukan terkubur dalam karung di area persawahan Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Badung, memunculkan fakta baru. Polisi mengungkap DAD (25), korban pembunuhan berencana itu, ternyata datang ke lokasi kejadian dengan niat mencuri mesin kompresor. Namun, rencana itu justru berbalik menjadi jebakan maut yang mengakhiri nyawanya.
Kasatreskrim Polres Badung AKP Azarul Ahmad mengatakan, rencana pencurian itu bermula saat korban menghubungi DF (20) melalui WhatsApp. Korban mengajak DF mencuri mesin kompresor di tempat pencucian motor Mae Wash, lokasi yang juga menjadi tempat mereka bekerja.
"Dari hasil pemeriksaan kami, malam itu memang si korban ini sudah merencanakan untuk mencuri di tempat cucian motor itu. Dia mengajak si pelaku ini untuk mencuri dan bekerja sama dengan dia mencuri mesin kompresor," kata Ahmad di Mapolres Badung, Rabu (20/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana itu disebut sudah dibahas sejak Rabu, 6 Mei 2026. Saat itu, korban mendesak agar pencurian dilakukan malam itu juga. Namun, DF meminta agar aksi tersebut ditunda hingga keesokan hari.
"Sekitar pukul 23.00 Wita, pelaku utama ini (DF) pergi berkumpul ke kos teman-temannya di daerah Kuta. Saat sudah berada di sana, korban kembali menghubungi pelaku melalui WhatsApp dan menyampaikan ingin mengambil kompresor saat itu juga," ujar Ahmad.
Alih-alih menjalankan rencana pencurian, DF justru memanfaatkan pesan itu untuk membalik keadaan. Dia mendatangi kos tiga rekannya di Kuta, lalu menunjukkan isi pesan korban kepada MKH (24), AFP (17), dan IPR (16) untuk menyusun rencana pembunuhan.
"Pelaku kemudian menunjukkan pesan tersebut kepada pelaku lainnya dan mengajak mereka untuk mengeksekusi korban. Tujuannya adalah untuk merampas barang-barang berharga milik korban seperti uang, sepeda motor, dan handphone," jelas Azarul.
Korban Sudah Ditunggu Pelaku
Setelah rencana disepakati, DF membagi peran kepada para pelaku. Mereka lalu menuju tempat pencucian motor di Jalan Antasura, Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 01.15 Wita, DF mengambil sebilah pisau pemotong busa yang ada di tempat cucian motor dan menyelipkannya di pinggang.
"Sekitar satu jam kemudian korban datang menggunakan sepeda motor metik. Setelah masuk ke lokasi pencucian, korban langsung mematikan kamera pengawas atau CCTV dan berjalan menuju ke area mesin kompresor," papar AKP Azarul Ahmad.
Tanpa menyadari sudah dijebak, korban menunduk untuk melepas mesin kompresor. Saat itulah para pelaku langsung bergerak menyergap dan menghajarnya.
"Ketika korban menunduk untuk mengambil kompresor, pelaku langsung memukul kepala korban menggunakan botol kosong hingga tersungkur. Setelah itu para pelaku melakukan pemukulan dan penendangan secara bersama-sama, bahkan juga memukul korban menggunakan kursi besi," tegas AKP Azarul Ahmad.
Saat korban sudah tak berdaya, DF menusuk punggung korban menggunakan pisau. Setelah itu, pelaku membersihkan darah di lantai dan meluruskan mata pisau yang bengkok sebelum menggorok leher korban.
"Proses penguburan jasad korban dilakukan pasca seketika setelah kejadian di dini hari itu juga. Kejadiannya kan sekitar pukul 02.40 Wita, setelah dipastikan meninggal langsung mereka bawa ke sawah," imbuh Ahmad.
Setelah memastikan korban tewas, para pelaku berupaya menghilangkan jejak. DF menyuruh pelaku lain mencari lahan kosong di pinggir jalan dekat area persawahan dan menggali lubang menggunakan cangkul milik tempat cucian motor.
Jasad korban kemudian dimasukkan ke dalam karung plastik, diangkut menggunakan sepeda motor, lalu dikubur bersama-sama. Setelah itu, mereka melarikan diri ke Kabupaten Jember, Jawa Timur.
"Paginya setelah mengubur korban, pelaku utama ini langsung mengirim pesan WhatsApp ke pemilik cucian untuk berhenti kerja mendadak dengan alasan mau pulang kampung karena ada urusan keluarga. Setelah itu dia langsung kabur bersama pelaku lainnya," pungkas Ahmad.
(dpw/dpw)










































