Aksi demonstrasi yang digelar oleh Liga Mahasiswa untuk Demokrasi (LMD) di depan kantor DPRD Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), berlangsung ricuh. Polisi yang berjaga bahkan sempat menyeret salah seorang massa aksi.
Polisi menarik mahasiswa tersebut hingga keluar dari barisan. Mahasiswa bernama Ferdiansyah itu merasa tercekik hingga bajunya sobek.
"Tadi saya dicekik sampai sesak napas, baju saya sampai sobek akibat ditarik paksa karena mereka mau tahan saya," ujar Ferdiansyah saat ditemui detikBali di sela-sela aksi demonstrasi, Senin (4/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ferdiansyah menuturkan dirinya berhasil terlepas dari cekikan aparat setelah dibantu oleh teman-temannya. Beruntung kericuhan itu tidak berlangsung lama dan mahasiswa kembali melakukan orasi.
Kericuhan tersebut berawal dari sekelompok mahasiswa yang menyandera mobil pelat merah. Mereka menaiki mobil dinas itu sebagai bentuk kekesalan terhadap program pemerintah.
Polisi yang berjaga pun berusaha menghalangi aksi mahasiswa itu karena dianggap dapat merusak fasilitas negara. Mahasiswa yang tak terima kemudian melakukan perlawanan. Aksi saling dorong dan tarik menarik pun tak terhindarkan.
Ferdiansyah mengungkapkan aksi unjuk rasa tersebut digelar terkait peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Massa aksi mengkritisi isu tentang rencana PHK terhadap ribuan guru honorer di Dompu.
Selain itu, mereka juga mengangkat isu penyalahgunaan mobil dinas hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). "Kami sorot soal mobil dinas yang digunakan untuk membuat jagung petani, itu kan tidak boleh. Kami juga melihat banyak mobil dinas yang diparkir sembarangan, seharusnya kan ada tempat parkir sendiri," ujar Ferdiansyah.
(iws/iws)










































