Lalu lintas kendaraan bermotor di 11 desa di Kabupaten Gianyar akan ditutup atau dialihkan untuk parade ogoh-ogoh. Masyarakat diimbau mencari jalur alternatif.
"Warga Gianyar kami imbau untuk mencari alternatif lain saat akan melintasi jalan utama di desa itu," kata Kasatlantas Polres Gianyar AKP Made Erdiana kepada detikBali, Rabu (18/3/2026).
Erdiana mengatakan, penutupan dan pengalihan jalur dimulai pukul 16.00 Wita. Namun, ada beberapa jalan utama yang akan ditutup atau dialihkan lebih awal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penutupan dilakukan di sejumlah titik desa yang dijadikan jalur parade ogoh-ogoh saat malam pengerupukan. Penutupan dan pengalihan jalan dilakukan hingga parade ogoh-ogoh selesai, sekitar pukul 23.00 Wita.
"Jadwal penutupan dan pengalihan arus lalu lintas di tiap desa bisa berbeda. Tapi, rata-rata dimulai pukul 16.00 Wita," kata Erdiana.
Adapun 11 desa dam kelurahan yang akan menutup jalan antara lain, Tulikup, Pegesangan, Gianyar, Bitra, Batubulan, Sukawati, Kedewatan, Kelurahan Ubud, dan Blahbatuh. Lalu, ada jalan utama di Desa Samplangan dan Desa Tampaksiring yang akan dialihkan.
Kepala Dinas Perhubungan Gianyar I Wayan Arthawan mengatakan, semua lampu penerangan jalan akan dipadamkan bertahap mulai hari ini pukul 08.00 Wita. Begitu pula lampu lalu lintas di beberapa persimpangan jalan juga mulai dipadamkan pagi ini.
"Pemadaman lampu lalu lintas dimulai hari ini pukul 08.00 Wita hingga batas (menyala) pukul 02.00 Wita jelang Nyepi," kata Arthawan.
Arthawan mengatakan, semua lampu lalu lintas di jalanan Kabupaten Gianyar mulai menyala Jumat (20/3/2026), pukul 06.00 Wita. Setelah itu, diikuti dengan penyalaan lampu jalan.
"Kami juga menginstruksikan semua petugas bertindak humanis dan kolaboratif dalam menjalankan tugas," katanya.
(mud/mud)










































