detikBali

Bersihkan Selokan Saat Hujan, Pria Lombok Timur Tewas Terseret Arus

Terpopuler Koleksi Pilihan

Bersihkan Selokan Saat Hujan, Pria Lombok Timur Tewas Terseret Arus


Sanusi Ardi W - detikBali

Korban yang terseret arus di selokan di Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, Lombok Timur, NTB ketika hendak dibawa ke rumah sakit, Selasa (19/5/2026). foto (Dok. Polsek Selong)
Foto: Korban yang terseret arus di selokan di Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, Lombok Timur, NTB ketika hendak dibawa ke rumah sakit, Selasa (19/5/2026). (Dok. Polsek Selong)
Lombok Timur -

Seorang pria bernama Hasbi (50), warga Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), tewas setelah terseret arus di selokan ketika hujan deras, Selasa (19/5/2026). Hasbi sempat dilarikan ke rumah sakit. Sayang, nyawanya tak tertolong.

Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Selong, Iptu Susana Ernawa Djangu, menjelaskan peristiwa tersebut bermula ketika Hasbi hendak membersihkan selokan di samping rumahnya karena tersumbat oleh sampah. Derasnya air membuat korban terseret.

"Setelah sampah di permukaan air tersebut bersih korban turun ke selokan dan membersihkan kotoran yang ada di dalam gorong-gorong. Saat korban turun, tiba-tiba korban terpeleset dan terseret air sampai batas atas leher," beber Susan, Rabu (20/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasbi sempat berteriak meminta pertolongan kepada warga. Lantaran selokan berukuran kecil, upaya penyelamatan gagal.

ADVERTISEMENT

"Korban sempat dicoba diangkat, tapi dengan kondisi saluran kecil badan korban tidak bisa dinaikkan lagi. Warga yang kebetulan melintas juga turut memberikan pertolongan dengan cara masuk ke dalam gorong-gorong sehingga tubuh korban bisa diangkat," jelas Susan.

Setelah berhasil diangkat, Habis kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Sayangnya, nyawa Hasbi tak bisa tertolong.

"Sesampainya di rumah sakit dilakukan penanganan. Namun, pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia," kata Susan.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi. "Keluarga korban sudah membuat surat pernyataan penolakan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah," ujarnya.

Susan mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar saluran air di tengah cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah Lombok Timur.

"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak turun ke selokan atau saluran air saat hujan deras karena sangat berbahaya," tandas dia.




(hsa/hsa)










Hide Ads