Putu Putri Adelia Savitri, seorang guru muda di SDN 26 Dangin Puri Denpasar menarik perhatian netizen di media sosial (medsos). Perempuan berusia 25 tahun itu punya cara yang unik dan menggemaskan dalam mengoreksi lembar jawaban ujian murid-muridnya.
Dalam lembar-lembar jawaban yang diunggah di Instagram, tampak Putri memberikan catatan disertai gambar-gambar lucu untuk setiap muridnya. Baik untuk mereka yang nilainya tinggi maupun rendah.
"Saya memberikan penilaian berisi gambar dan sedikit catatan, agar siswa saya menjadi terhibur dan tidak sedih ketika mendapatkan nilai di bawah rata-rata," ujar Putri, dihubungi detikBali, Rabu (3/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perempuan muda asal Desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, Buleleng, itu mengaku idenya hadir setelah melihat nilai-nilai ulangan hingga kualitas tulisannya yang masih belum cukup baik.
Salah satu lembar jawaban murid yang berisi gambar dan kata-kata motivasi. (Foto: Dok. Putri Adelia) |
"Ide ini hadir memang sudah direncanakan, karena melihat banyak sekali siswa saya yang belum tuntas nilainya, kualitas tulisannya masih belum baik. Untuk itu saya memberikan dorongan dan semangat di dalam catatan-catatan kecil di samping nilai," imbuh guru mata pelajaran Bahasa Bali itu.
Putri berharap gambar dan tulisannya itu bisa memberikan hiburan bagi anak didiknya, baik yang mendapat nilai tinggi maupun rendah. Sehingga anak-anak yang belajar bahasa Bali, bisa terus meningkatkan kualitas diri dan tidak berpuas diri ketika mendapatkan nilai tinggi. "Ya agar menjadi lebih baik lagi," sambung Putri yang lulus salah satu perguruan tinggi di Bali pada 2023 itu.
Putri yang mengajar di SDN 26 Dangin Putri sejak dua tahun lalu itu mengaku menerapkan caranya saat ulangan harian. Setelah memberikan penilaian dengan gambar itu, dia berujar, banyak murid yang terkesan dan senang dengan gambar-gambar lucunya.
"Kemudian saya lanjutkan menuliskannya di kertas ulangan agar bisa disimpan dengan baik," ungkap Putri.
Dia pun senang banyak warganet yang merespons positif caranya mengajar. Dia pun memotivasi semua pendidik agar mengembangkan kreativitas seluas-luasnya.
"Saya sangat senang juga banyak guru mau melakukan hal tersebut ke anak didiknya. Saya ingin sekali semua siswa di Bali dan Indonesia merasakan hal yang sama dalam hal penilaian," kata Putri.
"Karena zaman sekarang pendekatan dan penilaian siswa kalau dilakukan secara kaku, siswa malah agak menjaga jarak terhadap gurunya, juga pelajarannya. Tapi guru juga harus profesional, kapan harus dekat dan kapan harus tegas," pungkas Putri.
(hsa/dpw)











































