detikBali

Jalanan di Mataram Tergenang Usai Hujan Deras Semalam, Belasan Motor Mogok

Terpopuler Koleksi Pilihan

Jalanan di Mataram Tergenang Usai Hujan Deras Semalam, Belasan Motor Mogok


Nathea Citra - detikBali

Sejumlah kendaraan menerobos genangan air di Jalan Dr Sudjono, Lingkar Selatan, Sekarbela, Kota Mataram, NTB, Rabu (21/1/2026). (Foto: Nathea Citra/detikBali)
Sejumlah kendaraan menerobos genangan air di Jalan Dr Sudjono, Lingkar Selatan, Sekarbela, Kota Mataram, NTB, Rabu (21/1/2026). (Foto: Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Hujan deras yang mengguyur Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), sejak semalam mengakibatkan sejumlah ruas jalan di wilayah tersebut terendam air. Ketinggian air bahkan lebih dari 60 sentimeter (cm).

Pantauan detikBali, genangan air setinggi betis orang dewasa terlihat di Jalan Dr Sudjono, Lingkar Selatan, Sekarbela, Kota Mataram, Rabu (21/1/2026), siang. Tingginya genangan mengakibatkan belasan motor yang melintas di ruas jalan tersebut mogok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kaget, tiba-tiba mesin motor saya mati. Banyak juga kendaraan lain yang mogok," kata Arif, salah seorang warga saat ditemui di lokasi.

Warga lainnya, Heru, setali tiga uang. Motor yang dikendarai Heru tiba-tiba mati saat menerobos genangan air di ruas jalan itu.

ADVERTISEMENT

"Hujannya dari kemarin malam. Motor saya mati," keluhnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat terjadi di semua wilayah NTB. Potensi peningkatan cuaca ekstrem diperkirakan terjadi hingga 26 Januari mendatang.

Forecaster on duty Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, Intan Julianti, mengungkapkan Bibit Siklon Tropis 97S terpantau di wilayah pesisir utara Australia sebelah barat daya Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum 25 knot. Menurutnya, bibit siklon ini bergerak ke arah barat.

Intan mengatakan situasi ini dapat memicu aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) atau gelombang Rossby ekuator dan gelombang Kelvin di wilayah NTB. Kondisi atmosfer ini juga berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif (awan cumulonimbus) yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir/kilat dan angin kencang.

"Adanya pertemuan angin dan perlambatan kecepatan angin di sekitar wilayah NTB, kelembapan udara yang cenderung basah di berbagai lapisan ketinggian serta labilitas atmosfer kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal diamati di NTB," ujar Intan dalam keterangannya, Selasa.

Adapun wilayah NTB yang berpotensi terdampak hujan lebat, antara lain Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Bima, dan Kota Bima. Selain hujan lebat, terdapat pula potensi gelombang tinggi di wilayah perairan NTB pada 20-22 Januari 2026.

"Tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian Utara, Selat Alas bagian utara, dan Selat Sape bagian utara," imbuhnya.




(iws/iws)











Hide Ads