detikBali

Bulog NTB Punya Stok Beras Medium 154 Ton Jelang Ramadan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Bulog NTB Punya Stok Beras Medium 154 Ton Jelang Ramadan


Ahmad Viqi - detikBali

Plh Sekda NTB Lalu Moh. Faozal saat sidak di Gudang Bulog di Mataram, Rabu (21/1/2026). (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Foto: Plh Sekda NTB Lalu Moh. Faozal saat sidak di Gudang Bulog di Mataram, Rabu (21/1/2026). (Ahmad Viqi/detikBali)
Mataram -

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan ketersediaan pangan menjelang Ramadan 1447 Hijriah dalam kondisi aman. Stok beras di NTB satu bulan menjelang Ramadan dalam kondisi aman.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah NTB, Lalu Moh. Faozal memastikan pasokan beras NTB berada pada level yang sangat mencukupi. Stok beras medium saat ini mencapai sekitar 154 ribu ton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masyarakat tidak perlu khawatir. Saat ini Bulog memiliki stok sekitar 154 ribu ton beras medium," ujar Faozal saat sidak ke Gudang Bulog di Kecamatan Sandubaya Mataram, Rabu (21/1/2026).

Asisten II Setda NTB itu mengaku jumlah tersebut lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu 10 bulan hingga satu tahun ke depan.

ADVERTISEMENT

"Jumlah ini mencukupi kebutuhan masyarakat hingga sepuluh bulan ke depan, bahkan bisa sampai satu tahun," katanya.

Selain beras, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) NTB juga memantau ketersediaan protein hewani dengan meninjau PT Baling Baling Bambu di kawasan Bertais. Dari hasil koordinasi dengan pelaku usaha itu, stok telur dan daging ayam menjelang Ramadan dipastikan dalam kondisi mencukupi.

Kendati demikian, Faozal menekankan stabilitas pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan stok, tetapi juga pada sinergi antara pemerintah. Baik itu oleh Bulog maupun dengan para pelaku usaha, terutama dalam menjaga keseimbangan harga serta melindungi petani dan peternak lokal.

"Kita memiliki potensi besar untuk swasembada pakan ternak ayam karena bahan baku, terutama jagung, sangat melimpah," tegasnya.

Pemerintah daerah, kata Faozal, akan terus mendorong dukungan terhadap kelancaran distribusi hasil peternakan, khususnya komoditas yang memiliki masa simpan relatif singkat, seperti telur. Hal ini untuk menjaga stabilitas harga di pasaran dan melindungi para peternakan ayam petelur dari kerugian.

"Pemerintah akan membantu kelancaran distribusi pasar, khususnya telur yang masa simpannya relatif singkat, agar harga tetap stabil dan peternak terlindungi," pungkasnya.




(hsa/hsa)











Hide Ads