detikBali

Warga Rembiga Mataram Kesulitan Air Dua Pekan Lebih

Terpopuler Koleksi Pilihan

Warga Rembiga Mataram Kesulitan Air Dua Pekan Lebih


Nathea Citra - detikBali

Salah seorang warga Gegutu Barat, Kelurahan Rembiga, Kota Mataram menunjukkan aliran air mati di rumahnya, Rabu (14/1/2026). (Nathea Citra/detikBali)
Foto: Salah seorang warga Gegutu Barat, Kelurahan Rembiga, Kota Mataram menunjukkan aliran air mati di rumahnya, Rabu (14/1/2026). (Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Warga Kelurahan Rembiga, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), kesulitan air bersih selama lebih dari dua pekan. Pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tak menentu, hanya mengalir pada subuh atau siang hari dengan debit yang sangat kecil.

"Mati total sudah lebih 10 hari. Warga sudah emosi," kata Nurul, salah satu warga Rembiga Utara, saat dikonfirmasi detikBali, Rabu (14/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nurul mengaku kesusahan melengkapi kebutuhan air sehari-hari. Bahkan tak jarang, ia dan warga lain harus menampung air hujan dan meminta air bersih di rumah keluarga yang kondisi PDAM-nya normal.

"Ada droping air, tapi mana cukup untuk kebutuhan keluarga. (Minta air ke keluarga) 5 galon. Ada juga warga yang menampung air hujan," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Keluhan serupa disampaikan Sahmin, warga Gegutu, Rembiga. Ia mengatakan aliran air PDAM di lingkungannya juga sudah mati lebih dari dua minggu.

"Lebih dari dua mingguan mati air. Kalau pun nyala, bisa subuh atau jam 3 siang. Tapi alirannya kecil, itupun air yang keluar agak kotor," katanya saat diwawancarai detikBali, Rabu.

Sahmin menyebut kewalahan untuk melengkapi kebutuhan air hariannya di rumah. Walhasil, ia menampung air hujan menggunakan beberapa ember berukuran besar, hingga meminta air sumur kepada tetangga.

"Benar-benar kesusahan sekali kami, cucian, masak. Kalau hujan, saya tampung air. Saya juga minta air ke tetangga pakai galon. Semoga bisa cepat normal," tandasnya.




(nor/nor)











Hide Ads