Beredar sebuah video yang memperlihatkan burung hantu ditembak mati oleh seorang perempuan. Peristiwa itu diduga terjadi di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Alasan perempuan di video melakukan tindakan tersebut karena merasa tidurnya terganggu oleh suara burung hantu. Burung hantu yang ada di video tersebut diduga merupakan jenis burung hantu manguni.
Tampilan burung ini cukup menakutkan bagi sebagian orang. Suara yang dikeluarkan burung ini pun terdengar melengking seperti suara makhluk halus. Wajah burung dan aktivitasnya di malam hari membuat orang-orang menyebutnya sebagai burung hantu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Burung Hantu Manguni?
Burung hantu memiliki mata dengan sorot mata tajam. Paruhnya berbentuk kecil membengkok. Lehernya dapat memutar hingga 180 derajat. Bentuk wajahnya terkadang menyerupai bentuk hati.
Burung ini memiliki kebiasaan berburu mangsanya pada malam hari. Ketajaman matanya mampu memproyeksikan buruan dalam keadaan gelap. Paruh dan cakarnya sempurna dalam mencabik mangsa. Kepak sayapnya begitu halus hingga tidak disadari oleh mangsanya.
Dimana Habitat Burung Hantu Manguni?
Hewan ini berhabitat di lubang-lubang pohon, ada pula yang menempati sela-sela ruang bangunan. Burung hantu melahirkan dengan cara bertelur dan biasanya menghasilkan satu hingga empat butir.
Salah satu jenis burung hantu yang umum dijumpai di Indonesia adalah jenis burung hantu manguni atau celepuk Sulawesi.
Celepuk Sulawesi memiliki nama latin otus manadensis. Manguni adalah sebutan burung hantu bagi orang Minahasa. Burung ini memiliki habitat di hutan primer, hutan sekunder, tepi hutan, dan lahan pertanian.
Bagaimana Hubungan Burung Hantu dengan Manusia?
Burung hantu meski memiliki hubungan dengan manusia dalam pertanian maupun kebudayaan. Sebagai hewan karnivora, burung hantu menjadi pembasmi alami hama tikus di persawahan.
Hewan ini mulai dilirik sebagai alternatif pengentas hama tikus di persawahan, karena perawatannya dirasa mudah dan tidak menghabiskan biaya banyak serta efektif menangkal tikus.
Pandangan masyarakat terhadap hewan ini kerap kali disematkan pada hal mistis. Suaranya yang melengking di malam hari menjadi pertanda tidak baik. Biasanya dikaitkan dengan adanya makhluk halus atau pertanda kematian.
Masyarakat Minahasa menghormati keberadaan burung hantu manguni. Kepercayaan terhadap burung ini terlihat dari adanya penempatan gambar manguni sebagai simbol posisi sosial di waruga. Kedatangannya pun menjadi kabar baik yang datang dari leluhur.
(nor/nor)