detikBali

Cegah Getok Harga, Kuliner Kampung Ujung Labuan Bajo Dipasangi Barcode

Terpopuler Koleksi Pilihan

Cegah Getok Harga, Kuliner Kampung Ujung Labuan Bajo Dipasangi Barcode


Ambrosius Ardin - detikBali

Petugas Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, Koperasi, dan UMKM Manggarai Barat memasang barcode di Kampung Ujung Labuan Bajo, Selasa (20/1/2026).
Foto: Disnakertranskop dan UMKM Manggarai Barat. (Dok. Disnakertranskop dan UMKM Manggarai Barat)
Manggarai Barat -

Pusat kuliner seafood Kampung Ujung, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah dibuka kembali setelah ditutup sementara untuk perbaikan tata kelola. Setiap meja kini dipasang barcode pengaduan konsumen. Pemasangan barcode pengaduan ini dimulai Selasa (20/1/2026) malam.

Diketahui, masalah getok harga beberapa kali mencuat dari pusat kuliner itu. Terakhir, dugaan getok harga mencapai Rp 16 juta yang menimpa rombongan bos Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo), beberapa waktu lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini, setiap pengunjung bisa menyampaikan keluhan hingga pengaduan pelayanan pusat kuliner itu kepada Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, Koperasi, dan UMKM (Disnakertranskop dan UMKM) Manggarai Barat dengan memindai barcode tersebut.

Pemasangan barcode pengaduan ini salah satu upaya pembenahan di pusat kuliner Seafood Kampung Ujung yang sebelumnya disorot banyak pihak hingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat.

ADVERTISEMENT

"Sudah dengan layanan pengaduan konsumen yang langsung ke dinas. Di tiap meja kami tempel barcode," kata Kepala Disnakertranskop dan UMKM Manggarai Barat, Theresia Primadona Asmon, Rabu (21/1/2026).

Perempuan yang disapa Ney Asmon ini menjelaskan pemasangan barcode pengaduan itu untuk memudahkan kontrol hingga pembinaan kepada setiap pelaku UMKM di pusat kuliner Seafood terbesar di Labuan Bajo tersebut. Setiap pengaduan akan langsung teridentifikasi pemilik lapaknya.

"Supaya mudah kontrol dan catatannya lebih spesifik masalah yang diadukan dan siapa yang diadukan. Jadi tidak tergeneralisir yang berdampak kepada banyak pihak. Mudah pembinaannya juga," jelas Ney Asmon.

Pusat kuliner seafood Kampung Ujung itu sebelumnya ditutup sementara untuk perbaikan tata kelola. Penutupan sementara ini dilakukan berselang sepekan seusai Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi ancam mengusir pedagang di Pusat Kuliner Kampung Ujung jika tidak mau ditertibkan.

Selama penutupan sementara ini, pedagang membersihkan lapak dan kawasan pusat kuliner itu secara keseluruhan.

Sebelumnya, Edi Endi mengancam akan mengusir pelaku UMKM di pusat kuliner seafood Kampung Ujung, Labuan Bajo. Langkah itu diambil karena aktivitas sejumlah pedagang dinilai merusak citra pariwisata daerah tersebut.

Edi Endi meminta Disnakertranskop dan UMKM Manggarai Barat untuk segera melakukan evaluasi terhadap seluruh pelaku UMKM di pusat kuliner seafood Kampung Ujung.

"Saya perintahkan untuk mengevaluasi seluruh pelaku UMKM di Kampung Ujung. Pelaku UMKM yang hanya memperburuk citra pariwisata, tutup," tegas Edi Endi dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).

Edi Endi menegaskan, para pelaku UMKM di Kampung Ujung harus diatur dan ditertibkan. Jika tidak bisa diatur, kata dia, maka usaha tersebut harus ditutup.

"Kalau masih tidak bisa diatur para pelaku yang ada di Kampung Ujung itu, tutup. Kalau tidak bisa diatur, mereka tidak ada data harga dan sebagainya, tutup," tegas Edi Endi.

Terdapat puluhan UMKM di pusat kuliner Kampung Ujung Labuan Bajo. Pusat kuliner seafood itu kerap mendapat sorotan, mulai dari persoalan kebersihan hingga dugaan praktik getok harga makanan.

Edi Endi mengatakan, banyak UMKM di Labuan Bajo justru menjadi masalah karena tidak menjaga kebersihan dan tidak mencantumkan daftar harga. Kondisi itu, menurut dia, memperburuk citra destinasi pariwisata superprioritas Labuan Bajo.

"Kita selalu omong UMKM, justru memperburuk citra, untuk apa dipertahankan? Kebersihan tidak bisa dijaga dan lain sebagainya. Selalu kita mengurus masalah yang sama dari tahun ke tahun," kata Edi Endi.




(hsa/hsa)











Hide Ads