Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mempertimbangkan penggunaan anggaran belanja tak terduga (BTT) untuk menangani dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang, dan rumah warga rusak.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, mengatakan penanganan dampak cuaca ekstrem saat ini masih menggunakan dana rutin dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti kami lihat ya. (Penanganan sekarang) seperti di BPBD maupun OPD teknis seperti LH, Perkim, dan PUPR masih pakai dana rutin dulu di OPD masing-masing," kata Alwan saat diwawancarai, Rabu (21/1/2026).
Menurut Alwan, anggaran BTT dapat dicairkan apabila status bencana ditetapkan meningkat menjadi siaga. Namun, hingga kini kondisi tersebut dinilai belum mendesak.
Ia menyebut anggaran BTT Kota Mataram saat ini masih tersedia sekitar Rp 5 miliar. Pada 2025 lalu, dana tersebut terpakai sekitar Rp 3 miliar.
"BTT masih Rp 5 miliar. Tahun lalu juga sama dan terpakai sekitar Rp 3 miliar sekian. Mudah-mudahan tidak (ada) bencana yang begitu besar. Karena dari awal kami sudah mengantisipasi," ujarnya.
Berdasarkan data BPBD Kota Mataram, sedikitnya 11 pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. Selain itu, tiga unit rumah warga mengalami kerusakan ringan, delapan kepala keluarga (KK) terdampak dan tiga KK lainnya terpaksa mengungsi.
Salah satu kejadian terjadi di Lingkungan Sukaraja Perluasan, Ampenan. Dua rumah warga dan tiga lapak rusak setelah tertimpa pohon beringin karet yang tumbang.
"Dua rumah dan tiga lapak tertimpa pohon jenis beringin karet di Sukaraja," ujar Plt Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Muzaki, Selasa (20/1/2026).
Selain karena cuaca ekstrem, Muzaki, pohon tumbang terjadi karena kondisi tanah yang telah jenuh. Menurutnya, pohon tumbang juga menimpa kabel-kabel listrik yang menjuntai di lokasi.
"Semoga sore ini bisa selesai penanganannya. Yang lama itu penanganan kabelnya, teman-teman Dinas Perhubungan membantu untuk mengamankan jalur listrik di Sukaraja, Ampenan," imbuhnya.
BPBD Mataram mencatat sebanyak sembilan pohon di berbagai titik tumbang akibat angin kencang hari ini. Ia meminta warga tetap waspada di tengah cuaca ekstrem. Terlebih, Mataram memasuki siaga darurat hidrometeorologi basah.
"Selain karena kecepatan angin kisaran 120-150 knot, kondisi tanah yang sudah jenuh juga jadi penyebab. Jangankan pohon besar, pohon kecil pun juga (bisa) tumbang, karena tanah sudah jenuh akibat air hujan. Untuk kerugian masih kami hitung," imbuhnya.
Amin, salah seorang warga Lingkungan Sukaraja Perluasan, mengaku terkejut dengan tumbangnya pohon beringin karet jumbo tersebut. Menurutnya, pohon besar itu tumbang sekitar pukul 03.00 Wita.
"Kaget sekali. Pohonnya tumbang saat kami sedang tidur. Kami kira ada gempa, ternyata pohon beringin besar di dekat kali tumbang," ujar Amin.
(nor/nor)










































