detikBali

Sopir Taksi yang Dituduh Peras Gebby Vesta-WNA di Bali Minta Maaf

Terpopuler Koleksi Pilihan

Sopir Taksi yang Dituduh Peras Gebby Vesta-WNA di Bali Minta Maaf


Agus Eka Purna Negara - detikBali

Gebby Vesta (dua dari kanan) bersalaman menerima maaf sopir taksi, INBU.
Foto: Gebby bersalaman menerima maaf sopir taksi, INBU. (Tangkapan layar Instagram)
Badung -

Perselisihan antara selebgram Gebby Vesta dengan seorang sopir taksi berinisial INBU di Bali akhirnya berujung damai melalui proses mediasi. Cekcok tersebut sebelumnya sempat viral setelah sang sopir diduga melakukan tindakan intimidasi dan pemerasan terhadap Gebby beserta rekan warga negara asingnya (WNA).

"Malam hari ini saya meminta maaf kepada mbaknya, penumpang saya, dan juga kepada masyarakat semua atas kesalahpahaman saya. Untuk ke depannya, saya akan menjadi lebih baik untuk penumpang selanjutnya," ujar INBU saat memberikan pernyataan, Selasa (2/6/2026), dilihat detikBali dalam video yang beredar di media sosial (medsos), Rabu (3/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam unggahan video yang dibagikan di akun Instagram Gebby Vesta itu, INBU juga berharap agar korban dan seluruh masyarakat luas mau membukakan pintu maaf atas kegaduhan yang telah ia perbuat. Pria yang tinggal di Dalung, Kuta Utara, tersebut tampak menyesali perbuatannya di depan para petugas.

"Dan mbaknya harap bisa memaafkan, dan juga masyarakat semua bisa memaafkan apa yang saya lakukan," tutur INBU seraya menjabat tangan korban.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Gebby Vesta yang hadir langsung dalam mediasi menyatakan telah menerima permintaan maaf INBU. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang telah bergerak cepat memfasilitasi pertemuan malam itu.

"Terima kasih, saya sebagai penumpang dari dalam video tersebut, saya memaafkan. Dan terima kasih juga untuk kepolisian Bali, Polsek Kuta Utara, dan juga staf dari Miss Fish untuk memfasilitasi mediasi pada malam hari ini," kata Gebby Vesta saat menanggapi permohonan maaf pelaku.

Gebby juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan serta kenyamanan iklim pariwisata di Pulau Dewata. Menurutnya, hal ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga negara Indonesia (WNI) agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Kita harap kita bersama bisa menjaga Bali lebih aman, lebih tenteram, bukan hanya warga Bali tapi ini sudah tugas untuk kita sebagai warga Indonesia untuk menjaga Bali lebih kondusif. Agar tidak terjadi atau terulang lagi hal-hal seperti yang terjadi sebelumnya, supaya tidak viral lagi karena agar tidak membuat imej buruk di mata masyarakat atau di mata dunia," pungkas Gebby.

Sebelumnya, Polsek Kuta Utara turun menyelidiki rekaman video viral terkait dugaan intimidasi dan pemerasan oleh seorang sopir taksi terhadap selebgram Gebby Vesta beserta seorang WNA rekannya. Tim Unit Reserse Kriminal mendalami kejadian tersebut dan mendatangi kediaman pengemudi di kawasan Desa Dalung, Badung, guna meminta klarifikasi.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menyebut keributan itu murni karena salah paham soal tarif tambahan dan belum menemukan bukti kuat adanya pemerasan. Tuduhan pemerasan itu, lanjut dia, dinilai belum terbukti karena sopir taksi meminta ongkos ekstra atas dasar rute perjalanan yang berubah bolak-balik akibat kartu ATM penumpang yang tertinggal.

Indikasi pemerasan juga tidak terpenuhi karena sang bule selaku penumpang tidak masalah dengan ongkos ekstra itu dan tetap membayar tarif awal tanpa paksaan. Yang mana, tarif yang disepakati di awal sebesar Rp 300 ribu.

Kasus itu viral setelah Gebby Vesta mengunggah video cekcoknya dengan sopir taksi. Berdasarkan unggahan tersebut, peristiwa bermula saat Gebby sepakat menyewa taksi lokal seharga Rp 300 ribu hingga membatalkan pesanan angkutan online karena merasa kasihan dengan sang sopir, meski tarif di aplikasi daring hanya Rp 78 ribu. Masalah muncul ketika sang sopir ikut masuk ke dalam ruang mesin ATM saat teman Gebby hendak mengambil uang sampai membuat pria bule itu ketakutan.

"Pas masuk mobil bulenya bilang ke aku, 'Kenapa dia selalu mengikutiku? Dan dia selalu membicarakan tentang uang lebih. Kartuku hilang dan aku butuh uang tunai, bisakah aku transfer ke kamu dan kamu yang ambil uangnya?'" tutur sosok transgender alias waria itu menirukan ucapan rekannya yang panik karena kartu ATM-nya tertinggal lalu raib.

Mendengar rencana transfer itu, si sopir langsung meminta uang tambahan sebesar Rp 200 ribu lagi yang memicu teguran keras dari Gebby. Sopir angkutan bertuliskan Taxi yang tidak terima ditegur mulai melontarkan kata-kata kasar hingga memaksa Gebby dan rekannya turun.

"Aku bilang, 'Bli, kamu kan sudah dikasih Rp 300 ribu cuma dekat, sudah syukur lho'. Terus dia bilang, 'Kok mbak yang ngatur, kan bukan duit mbak, bulenya aja oke kok'. Aku bilang ke dia, 'Kalau oke, enggak mungkin dia risih sama kamu'," jelas model sekaligus DJ itu.

Di dalam minimarket, sopir tersebut tetap mengejar dan terus memaksa meminta uang tambahan hingga membuat sang bule tampak frustrasi sambil memegangi kepalanya karena merasa terintimidasi. Aksi tersebut akhirnya berhenti setelah Gebby merekam seluruh kejadian.




(hsa/hsa)











Hide Ads