detikBali

Ancaman ASF, Peternak Badung Dilarang Beri Babi Pakan Sisa Hotel

Terpopuler Koleksi Pilihan

Ancaman ASF, Peternak Badung Dilarang Beri Babi Pakan Sisa Hotel


Agus Eka Purna Negara - detikBali

Widanta saat menunjukkan kondisi kandang babi miliknya yang sudah kosong, Kamis (21/5/2026).
Foto: Widanta saat menunjukkan kondisi kandang babi miliknya yang sudah kosong, Kamis (21/5/2026). (Dok. Agus Eka/detikBali)
Badung -

Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung melarang para peternak memberi pakan sisa hotel, restoran, maupun warung demi menangkal ancaman virus demam babi afrika (African Swine Fever/ASF). Langkah preventif ini diambil menyusul temuan kasus kematian mendadak ternak babi di beberapa wilayah yang memicu kewaspadaan serius pemerintah daerah.

"Kami menerjunkan tim Keswan untuk ngecek ke kantong-kantong peternakan babi di Badung. Kami harus memastikan kondisi kesehatan ternak warga tetap terjaga," kata Kepala Disperpa Badung Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, Selasa (2/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Upaya pengetatan pengawasan di tingkat daerah ini sejalan dengan instruksi dan kesiapsiagaan dari pemerintah pusat. Kebijakan tersebut merujuk pada Surat Edaran Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nomor 8492/SE/PK.320/F/08/2025 terkait kewaspadaan terhadap peningkatan kasus ASF di kawasan Asia Pasifik.

"Kami juga memperketat sistem pembatasan dan pengawasan akses keluar masuk kandang guna meminimalkan pembawa virus dari luar. Kami sudah sampaikan titik poin dari pemahaman bahaya ASF, gejala klinis, hingga jalur penularannya," ujar Raka Sukadana.

ADVERTISEMENT

Selain melarang metode pemberian pakan sisa atau swill feeding, pemerintah daerah mewajibkan sterilisasi menyeluruh pada fasilitas peternakan. Aturan mengenai penyemprotan cairan antikuman secara berkala diberikan ke seluruh peternak di Badung.

"Kami mewajibkan penyemprotan cairan disinfektan pada area kandang dan sarana prasarana peternakan secara berkala. Kami juga melarang keras praktik swill feeding atau pemberian pakan dari sisa makanan hotel, restoran, maupun warung karena disinyalir menjadi jalur utama penyebaran virus," tegasnya.

Disperpa Badung meminta peternak tidak menutup-nutupi kondisi ternak dan segera melapor jika mendapati adanya gejala klinis ASF. Seluruh jajaran petugas di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) pada tiap-tiap kecamatan kini dalam kondisi siaga penuh untuk menerima laporan.




(hsa/hsa)










Hide Ads