detikBali

Perempuan Idap Epilepsi di Kupang Tewas Terjatuh ke Sumur

Terpopuler Koleksi Pilihan

Perempuan Idap Epilepsi di Kupang Tewas Terjatuh ke Sumur


Yufengki Bria - detikBali

Proses evakuasi perempuan pengidap epilepsi yang tewas terjatuh dalam sumur di Poabas, Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, NTT, Kamis (15/1/2026). (Dok. Polsek Amfoang Utara)
Proses evakuasi perempuan pengidap epilepsi yang tewas terjatuh dalam sumur di Poabas, Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, NTT, Kamis (15/1/2026). (Dok. Polsek Amfoang Utara)
Kupang -

Perempuan bernama Detri Martelda Maunino (19) tewas terjatuh dalam sumur di Poabas, Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Detri diketahui merupakan seorang pengidap epilepsi.

"Info dari orang tuanya bahwa korban menderita epilepsi," ujar Kapolsek Amfoang Utara Iptu Valentinus Beribe kepada detikBali, Sabtu (17/1/2026).

Valen menuturkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 Wita pada Kamis (15/1/2026). Saat itu, ibu korban, Adriana Baineno (45), pergi ke kebun dan menitipkan korban kepada pamannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat Adriana pulang, korban tak berada di rumahnya. Adriana lantas mencari anaknya itu sembari memanggil namanya berulang kali. Namun, tak ada respons.

ADVERTISEMENT

Adriana kemudian mengambil ember untuk menimba air di sumur yang berjarak sekitar 25 meter. Betapa kagetnya Adriana saat melihat Detri dalam kondisi terapung di dalam sumur. Sontak, Adriana berteriak histeris.

Ia kemudian meminta pertolongan kepada tetangga untuk mengevakuasi korban. Tak berselang lama, Bhabinkamtibmas Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Bripka Elia Letde dan Aipda Yohanis Lerrick, tiba di lokasi. Mereka bersama sejumlah warga lantas mengevakuasi korban menggunakan tali.

"Saat itu anggota saya langsung turun ke dalam sumur menggunakan tali untuk mengevakuasi korban," tutur Valen.

Valen menduga Detri telah meninggal dua jam sebelum ditemukan. Menurutnya, keluarga juga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jasad perempuan itu. Berdasarkan pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Detri tetapi meski mengeluarkan darah dari hidung dan mulutnya.

"Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dengan membuat surat pernyataan penolakan autopsi," pungkas Valen.




(iws/iws)











Hide Ads