Enam orang warga di Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi korban gigitan anjing yang diduga terinfeksi rabies. Hal ini menambah jumlah korban yang awalnya hanya dialami oleh lima warga Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut.
"Informasi terakhir tadi malam itu, korban bertambah menjadi enam orang," ujar Camat Amfoang Barat Laut, Imran Kusuma, kepada detikBali, Rabu (20/5/2026).
Imran belum menyebutkan identitas korban tersebut. Sebab, petugas Kecamatan Amfoang Barat Laut bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk mengecek dan melakukan pendataan di Puskesmas Soliu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi untuk informasi selengkapnya nanti saya sampaikan karena informasi dari puskesmas itu jumlahnya saja, namun identitas korban dan detailnya belum disampaikan sehingga teman-teman saya arahkan ke puskesmas," jelas Imran.
Menurut Imran, pemerintah desa Oelfatu bersama warga dan instansi terkait tengah berupaya mencari anjing tersebut lalu direncanakan untuk dieliminasi. Kemudian terkait lima korban yang digigit pada Senin (18/5/2026), itu kondisinya dipastikan sudah membaik dan telah dipulangkan ke rumahnya masing-masing.
"Kondisinya sudah membaik dan sudah pulang ke rumah masing-masing. Jadi saya arahkan kepada kepala desa Oelfatu untuk semacam wawancara kepada para korban berkaitan dengan jenis dan ciri-ciri anjing tersebut karena memang itu anjing yang sama, tapi kami tidak tahu siapa pemiliknya," terang Imran.
Ia memastikan stok vaksin antirabies (VAR) di Puskesmas Soliu hingga saat ini masih tersedia. Sehingga lima korban gigitan itu juga telah mendapatkan vaksin sebanyak dua kali.
"Jadi lima korban itu semuanya digigit di bagian kaki, tidak ada di bagian kepala maupun organ vital lainnya," ungkap Imran.
Diberitakan sebelumnya, lima warga Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, dilaporkan terkena gigitan anjing diduga terinfeksi rabies. Kasus itu terjadi pada Senin (18/5/2026).
"Kejadian warga yang terkena gigitan hewan anjing, itu memang sudah dari kemarin. Jadi sampai dengan hari ini ada lima orang yang terkan gigitan," ujar Camat Amfoang Barat Laut, Imran Kusuma, saat dihubungi detikBali, Selasa (18/5/2026).
Imran menyebut lima orang itu adalah Paman Saleh, Jack Sae, Win Fomeni, Petrus Buknoni, dan Deli Banu. Lima orang tersebut digigit saat sedang beraktivitas di rumahnya masing-masing. Dari lima orang korban tersebut, dua di antaranya adalah guru.
"Rata-rata kejadian (gigitan) di dalam rumah. Ada guru SMA dan SD kalau tidak salah, tetapi korban terakhir itu Pak Petrus Buknoni, guru SMA Negeri 1 Amfoang Barat Laut," ungkap Imran.
(hsa/hsa)










































