Pembunuhan Guru TK

Jadi Tersangka Tunggal, Mandor Pembunuh Guru TK Terancam 15 Tahun Bui

Tim detikBali - detikBali
Senin, 15 Agu 2022 15:54 WIB
Tersangka Sulyadi usai diamankan di Mapolresta Mataram beberapa waktu lalu
Tersangka Sulyadi usai diamankan di Mapolresta Mataram beberapa waktu lalu. (Foto : Ahmad Fiqi)
Mataram -

Pihak Polresta Mataram resmi menetapkan Sulyadi (41), sebagai tersangka tunggal kasus pembunhan terhadap Guru TK Haerani alias Rani (29).

Pria yang bekerja sebagai mandor proyek depan rumah korban ini akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka tunggal kasus pembunuhan.

Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, Senin (15/8/2022) menjelaskan, dari hasil penyelidikan, akhirnya, polisi menetapkan pria asal Lingkungan Taman Kapitan Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram ini sebagai tersangka tunggal pembunuhan.


"Sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Kami juga telah mengamankan barang bukti, dan saat ini tersangka sudah kami tahan di Mapolresta Kota Mataram,"terang Kompol Kadek.

Menurut Kompol Kadek, dalam kasus ini, penyidik menjerat tersangka Sulyadi dengan Pasal 338 KUHP.

Adapun terkait ancaman ancaman hukuman, pria yang sudah memiliki istri dan sudah punya anak ini terancam hukuman 15 tahun penjara.

Seperti diketahui, warga di BTN Citra Persada Medas Blok S, Nomor 5, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Jumat (29/7/2022) lalu sempat dibuat heboh dengan kematian Rani.

Guru TK berstatus masih lajang itu ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di kamar mandi rumahnya.

Rani tewas usai dianiaya tersangka Sulyadi alias S pada Selasa (26/7/2022) sekitar pukul 09.00 Wita.

Singkat cerita, usai menganiaya hingga tewas, korban kemudian kabur ke Ngawi, Jawa Timur dan sempat mampir di rumah keluarganya di Jembrana Bali.

Meski sempat berupaya kabur, namun polisi akhirnya berhasil menangkap tersangka. Saat penangkapan, Tersangka berdalih menghabisi nyawa korban karena dilatarbelakangi masalah asmara.

Tersangka marah saat dimintai pertanggungjawaban korban soal kehamilan korban. Versi tersangka, mendiang Rani tewas dalam kondisi sudah berbadan dua dengan usai kandungan dua minggu.



Simak Video "Palaku Pembunuhan Sadis IRT di Palopo Ternyata Sang Suami"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)