Pembunuhan Guru TK

Polisi Duga Kuat Rani Dibunuh dalam Kondisi Sudah Berbadan Dua

Ahmad Viqi - detikBali
Jumat, 12 Agu 2022 18:26 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi (Foto: Dok.Detikcom)
Mataram -

Fakta baru terkuak dari hasil penyidikan polisi dalam kasus pembunuhan guru Taman Kanak-kanak (TK) di di BTN Citra Persada Medas Blok S Nomor 5 Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat.

Fakta baru itu bukan hanya soal dugaan hubungan atau jalinan asmara antara Tersangka Sulyadi (41) dan Korban Haerani alias Rani (29).

Lebih mengejutkan, diduga dari hasil penyidikan polisi, perempuan lajang itu meregang nyawa dalam kondisi sudah berbadan dua alias hamil.


Seperti diungkap dan dibenarkan Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, Jumat (12/8/20220.

Menurut Kompok Kadek, dari pemeriksaan terhadap jasad korban di RS Bhayangkara Mataram yang diterima pihak kepolisian, korban Rani terindikasi hamil selama 2 pekan.

"Memang kami belum menerima hasil otopsi secara resmi dari dokter forensik. Kami masih terima keterangan sementara dan masih berkoordinasi. Sesuai keterangan dokter, ada indikasi korban sedang hamil dua minggu karena ada penebalan pada lapisan rahimnya," kata ungkap Kadek.

Jika merujuk ke keterangan dokter dari RS Bhayangkara, korban Rani memang diduga sebelum berhubungan badan dengan pelaku Sulyadi sudah hamil.

"Kami duga kuat korban hamil," kata Kadek.

Selain itu, Kompol Kadek juga menambahkan pelaku melakukan hubungan badan dengan korban Rani murni karena tidak ada beban atau paksaan.

Pelaku Sulyadi pun sempat mengeluhkan kondisi korban yang diduga tidak lagi berstatus perawan setelah berhubungan badan.

"Pelaku ini tanya kan. Kok kamu gak perawan. Saudara Rani ini langsung meminta pertanggungjawaban. Rani bilang kalau Sulyadi bertanggung jawab kalau Rani hamil dan punya anak. Di sana mulai serius percekcokan sehingga pelaku membunuh korban," kata Kadek.

Menurut Kadek, dengan masih berlangsungnya pemeriksaan, pihak kepolisian saat ini masih terus melakukan pendalaman.

"Kami masih mencari apa-apa yang belum sinkron baik dari keterangan pelaku dan hasil pemeriksaan sementara masih di dalami,"imbuh Kompol Kadek.

Selain itu, pihak kepolisian juga akan memeriksa hasil otopsi yang belum keluar terkait kondisi korban apa hamil atau tidak.

"Tim juga akan periksa DNA korban. Kita masih fokus di penghilangan nyawa korban dulu," ujar Kompol Kadek.


Pelaku Datang ke Rumah Korban Dua Kali

Sementara itu, masih dari pengakuan Tersangka Sulyadi (41), pria beristri dan sudah memiliki anak satu asal Lingkungan Taman Kapitan Kelurahan Taman Sari Kecamatan Ampenan Kota Mataram mengaku sudah dua kali ke rumah korban Rani.

Sulyadi mengaku pertama kali masuk ke rumah korban Rani di BTN Citra Persada Medas Blok S Nomor 5 Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat pada tanggal 9 Juli 2022 lalu.

"Waktu itu saya pernah masuk ke rumahnya tanggal 9 Juli 2022. Saya 7 bulan menjadi mandor bangunan di depan rumahnya," kata Sulyadi, saat konferensi pers di Mapolres Kota Mataram.

Menurut Sulyadi dia masuk ke rumah Rani atas persetujuan karena telah menjalin hubungan pacaran. "Iya masuk biasa. Saya masuk kedua ya saat kejadian tanggal 26 Juli. Kejadian itu pagi-pagi dah," ujar Sulyadi.

"Kunci rumah itu saya dapat dari pintu rumah Rani. Emang ada di situ. Ada di luar juga kuncinya," kata Sulyadi.

Sulyadi menjadi mandor di beberapa lokasi proyek bangunan yang berada di wilayah Lombok Barat dan Kota Mataram. "Ada lima lokasinya di Mataram dan Lombok Barat," katanya.

Sulyadi pun mengaku sudah mengenal Rani selama 1 bulan sebelum membunuh paska melakukan hubungan intim.

Terkait hubungan asmara dan hubungan intim yang dilakukan pelaku dengan korban, Sulyadi memilih untuk tidak menjawab.

Dia hanya mengaku bahwa hubungan itu hanya masalah privasi yang tidak bisa dia ceritakan.



Simak Video "Palaku Pembunuhan Sadis IRT di Palopo Ternyata Sang Suami"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)