detikBali

Perusahaan Bus Dihantui Komplain Penumpang Buntut Kemacetan Menuju Gilimanuk

Terpopuler Koleksi Pilihan

Perusahaan Bus Dihantui Komplain Penumpang Buntut Kemacetan Menuju Gilimanuk


Firizqi Irwan - detikBali

Manager Operasional Bus Surya Bali Fadjar Oetama. (Foto: Ahmad Firizqi Irwan/detikBali)
Manager Operasional Bus Surya Bali Fadjar Oetama. (Foto: Ahmad Firizqi Irwan/detikBali)
Denpasar -

Sejumlah pemudik dari Terminal Ubung, Denpasar, Bali, masih menanti kepastian jadwal keberangkatan di tengah antrean panjang kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk. Mereka pun mengeluh lantaran tak kunjung diberangkatkan ke kampung halaman.

"Sebenarnya berangkat dari jam 10 pagi, tapi dapat informasi jika keberangkatan harus tertunda karena masih ada kemacetan ke arah Gilimanuk," ujar salah satu pemudik yang enggan disebutkan namanya di Terminal Ubung, Selasa (17/3/2026) malam.

Kemacetan parah di Jalan Denpasar-Gilimanuk membuat perusahaan otobus (PO) turut terkena komplain dari penumpang. Salah satunya PO Surya Bali di Denpasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apa yang sudah kami jadwalkan, semuanya kacau. Kami hitung estimasi pemberangkatan atau selama perjalanan dari dan tujuan, itu semuanya meleset," ujar Fadjar Oetama selaku Manager Operasional PO Surya Bali, Selasa malam.

Fadjar menyebut perusahaan sudah memberikan informasi kepada para penumpang terkait kondisi menuju Pelabuhan Gilimanuk yang padat merayap. Namun, kondisi tak kunjung membaik hingga H-4 Lebaran.

ADVERTISEMENT

Ia menyebut kemacetan pada momen mudik kali ini menjadi yang terparah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Biasanya itu macet kan 10 sampai 12 jam, ini kan sudah di atas 20 jam," imbuhnya.

Sebagai solusi, PO Surya Bali menyiapkan bus pengganti untuk membawa para penumpang yang sudah menunggu kepastian jadwal keberangkatannya dari Denpasar menuju Gilimanuk. Ia menyebut shuttle bus disiapkan untuk membawa penumpang ke Gilimanuk, lalu dikawal dalam penyeberangan ke Banyuwangi.

"Setelah di Banyuwangi, baru bus kami yang sudah standby di sana membawa penumpang ke tujuannya. Ada yang ke Jepara, Yogyakarta, Solo, Magelang. Ini mau nggak mau, karena penumpang sudah mulai komplain," imbuhnya.

Namun, Fadjar menyebut solusi menyediakan shuttle bus itu juga membuat pengeluaran perusahaan membengkak. Ia menegaskan perusahaan juga memberikan kompensasi agar penumpang tetap memahami situasi terkini menuju Pelabuhan Gilimanuk.

"Nah penumpang merasa sudah beli tiket, wajib berangkat. Apalagi mereka mungkin sudah punya jadwal-jadwal juga ditempat tujuan, akhirnya ya itu,

Sementara itu, PO M-Trans yang berlokasi di Sesetan, Denpasar, justru tetap memberangkatkan armada busnya untuk melayani para pemudik menuju Pelabuhan Gilimanuk. Hanya saja, rute yang ditempuh lebih jauh karena harus melewati Singaraja.

"Bus tetap berangkat sesuai jadwal. Kalau terjadi kemacetan di Jalan Gilimanuk-Denpasar, kami arahkan melewati Singaraja," ujar Operator M-Trans Denpasar, Wiraprayatna, Selasa.

"Kita pantau unitnya, sudah sampai mana. Kita info ke penumpang, ketika unit ready, penumpang kita siapkan jadi biar nggak nunggu lama. Kalau ada jam lebih, kita beri kompensasi. Pas buka puasa, kami berikan servis makan juga ada," sambungnya.




(iws/iws)










Hide Ads
LIVE