Pembunuhan Guru TK

Detik-Detik Tewasnya Guru TK di Mataram, Rani Dibunuh Usai Disetubuhi

Tim detikBali - detikBali
Jumat, 12 Agu 2022 15:22 WIB
Sulyadi (41) tersangka pembunuhan sadis terhadap guru TK di Mataram usai diamankan polisi, Jumat (12/8/2022).
Sulyadi (41) tersangka pembunuhan sadis terhadap guru TK di Mataram usai diamankan polisi, Jumat (12/8/2022). (Foto: Ahmad Viqi)
Mataram -

Kematian tragis R (29), guru TK di Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat, NTB pada Jumat (29/7/2022) masih menyisakan luka bagi keluarga.

Guru TK yang berstatus masih lajang itu meregang nyawa usai dianiaya Sulyadi (41), mandor proyek yang bekerja di depan rumahnya. Rani tewas dianiaya Sulyadi, dan nahasnya, jasad Rani baru ditemukan tiga hari oleh ibu kandungnya.

Kini setelah tertangkap, polisi akhirnya mengungkap fakta detik-detik pembunuhan terhadap guru TK yang dilakukan pria beristri dan sudah beranak satu.

Seperti diungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa


Menurut Kompol Kadek Adi Budi Astawa, antara tersangka (Sulyadi) dengan Korban (Rani) diakui memang memiliki hubungan asmara.

Bahkan meski beda status, keduanya dari pengakuan tersangka sudah menjalin hubungan asmara selama kurang lebih satu bulan.

"Selama bekerja 7 bulan di rumah saksi inisial P tepat di depan kediaman korban pelaku ini mengaku sudah menjalin hubungan pacaran selama 1 bulan dengan korban,"ungkap Kompol Kadek.

Singkat cerita, dari sejak bekerja, tepatnya sebulan terakhir sebelum peristiwa penganiayaan dan pembunuhan, pelaku memiliki hubungan kedekatan asmara dengan Rani.

Bahkan, dari hubungan itu, tepatnya pada tanggal 26 Juli 2022, pelaku mengaku berhubungan badan.

Namun, hubungan itu berakhir dengan percekcokan dan hilangnya nyawa korban.

Kata Kompol Kadek, percekcokan antara pelaku dengan korban dipicu karena korban menggigit tangan pelaku.

"Korban sengaja menggigit tangan pelaku ketika korban meminta pertanggungjawaban atas hubungan intim yang dilakukan. Korban sengaja melakukan hal serupa dengan dalih korban ketakutan jika hamil di luar nikah atas apa yang dilakukan di kediaman korban,"ungkap Kompol Kadek.

Setelah tangan pelaku digigit tangannya oleh korban, pelaku emosi. Akhirnya, pelaku dan korban terlibat pertengkaran hebat.

"Dari cekcok itu kepala korban dibenturkan ke tembok dan membekap korban menggunakan kain dan meninggal," kata Kompol Kadek.

Kini pelaku Sulyadi ditetapkan tersangka. Beberapa barang bukti juga diamankan berupa pakaian dan celana dalam korban, baju korban, handphone milik korban dan kunci rumah korban.

Selain itu, motor jenis vario milik pelaku juga diamankan polisi bersama barang-barang pelaku berupa meteran dan peralatan lain.

Kini atas perbuatannya, Sulyadi ditetapkan menjadi tersangka pembunuhan dan diancam pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.



Simak Video "Demo Protes Harga BBM di Mataram Ricuh, Mahasiswa Bakar Keranda"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)