2 Penyebar Berita Bohong Kasus Panah di Mataram Dibekuk Polisi

2 Penyebar Berita Bohong Kasus Panah di Mataram Dibekuk Polisi

Ahmad Viqi - detikBali
Kamis, 26 Mei 2022 14:44 WIB
Dua terduga pelaku penyebar berita bohong panah misterius di Mataram, dibekuk polisi.
Dua terduga pelaku penyebar berita bohong panah misterius di Mataram, dibekuk polisi. Foto: Istimewa
Mataram -

Dua orang warga yang bermukim di Kabupaten Lombok Barat, NTB, dibekuk polisi usai menyebarkan kabar bohong soal kasus panah misterius di Lingkungan Pagesangan, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Sabtu (21/5) kemarin.

Kedua warga Lombok Barat itu masing-masing inisial W dan EH, yang beralamat di Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Kapolresta Mataram, Kombespol Heri Wahyudi mengatakan, kedua warga Lombok Barat ini sempat membuat resah masyarakat Kota Mataram, setelah membuat kabar bohong yang disebar melalui akun WhatsApp dan Facebook pribadinya pada Selasa malam (24/5).


"Memang benar ada kasus penganiayaan yang dialami oleh korban atas nama Arif Rahman. Namun penyelidikan pihak aparat kepolisian dan kami sedang kejar pelakunya," kata Heri, Kamis (26/5).

Lanjut Heri, pada Selasa malam, satu warga inisial EH menyebarkan kabar bohong dengan memposting kasus pemanahan yang diduga terjadi di Bima, seolah-olah terjadi di Kota Mataram.

"Jadi pelaku ini sebarkan melalui akun Facebook pribadinya dengan nama Esan Nesa dengan menandai tiga orang rekannya," kata Heri.

Setalah viral di media sosial, Tim Reskrim Polresta Mataram pun melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus. Pada Rabu (25/5), Tim Reskrim Polresta Mataram berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku penyebaran berita bohong tersebut inisial W dan EH.

Adapun modus operandi yang dilakukan kedua pelaku W dan EH berawal ketika W membuat status WhatsApp dengan menyebarkan foto-foto korban panah. Setelah itu, saudara EH melakukan screenshot dan menyebarkan postingan berupa gambar korban panah itu dengan menuliskan narasi meresahkan.

"Onyak onyak semeton jeri senamian, (hati-hati saudara sekalian) kalau ke Mataram terutama di sekitaran pagesangan banyak terjadi teror panah misterius," tulis EH, dalam narasi akun Facebook pribadinya, dengan menyertakan foto-foto korban panah yang bukan terjadi di Kota Mataram.

Foto-foto korban panah itu, kata Heri, didapat EH dari hasil screenshot terduga W. Terduga W sempat membuka story WhatsApp, kemudian di-screenshot oleh EH, dengan narasi yang membuat gempar warga Mataram.

"Narasinya membuat sebagian warga Mataram resah malam itu," kata Heri.

Kini kedua terduga pelaku penyebar kabar bohong telah diamankan di Mapolres Kota Mataram untuk melakukan tahap penyelidikan.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa satu buah handphone merek Vivo, kemudian satu buah handphone merek Oppo, beserta satu lembar screenshot akun Facebook milik EH.

"Ini masih tahap penyelidikan, nanti akan kami kembangkan apabila cukup bukti dan melalui unsur maka akan kita naikkan ke tahap penyidikan," ujar Heri.

Kedua terduga pelaku W dan EH disangkakan pasal 45 a ayat (1) dan pasal 28 ayat (1) undang-undang Nomor 19 tahun 2016 atas perubahan undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik atau ITE dengan ancaman hukuman penjara enam tahun kurungan.



Simak Video "Ekspresi Edy Mulyadi saat Divonis Ringan 'Kasus Jin Buang Anak'"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)