detikBali
Round Up

Buntut Panjang Komentar Tak Senonoh Kepsek Jembrana

Terpopuler Koleksi Pilihan
Round Up

Buntut Panjang Komentar Tak Senonoh Kepsek Jembrana


Tim detikBali - detikBali

Kreator konten Instagram @sitihajarhumairoh mempermasalahkan komentar seorang kepsek di Jembrana, Bali, hingga viral di medsos. (Foto: tangkapan layar Instagram)
Foto: Kreator konten Instagram @sitihajarhumairoh mempermasalahkan komentar seorang kepsek di Jembrana, Bali, hingga viral di medsos. (Foto: tangkapan layar Instagram)
Jembrana -

Komentar tak senonoh seorang kepala sekolah (kepsek) di Jembrana berbuntut panjang. Kepsek berinisial SK itu mendapat teguran lisan dan tulisan dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana. Tak cuma itu, dia juga diperiksa Inspektorat Jembrana.

SK diduga berkomentar tak senonoh pada sebuah unggahan di media sosial (medsos) Instagram (IG). Walhasil, ulah SK pun viral. Kepala sekolah dasar (SD) di wilayah Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, itu berdalih salah ketik alias typo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SK diketahui sempat berkomentar 'lolok' pada salah satu unggahan kreator konten Instagram (IG) @sitihajarhumairoh. 'Lolok' dalam bahasa Bali artinya kelamin laki-laki.

"Siti Kamu kok suka lolok?" tulis SK menggunakan akun Instagram @pakkmt pada kolom komentar salah satu unggahan Siti. Komentar SK itu dirasa sebagai bentuk pelecehan.

ADVERTISEMENT

Siti pun menyayangkan komentar kepsek tersebut dengan mengunggah sebuah video. Siti meminta SK agar lebih bijak saat berkomentar di medsos. Pemilik akun Instagram dengan 63 ribu pengikut itu berkeyakinan SK berkomentar dalam keadaan sadar.

"Semoga anak perempuan Bapak tidak mengalami hal-hal seperti apa yang Bapak lakukan ke saya," cetus Siti dalam video tersebut.

"Saya yakin bapak berkomentar dalam keadaan yang sadar," kata Siti.

Teguran dari Disdikpora

Disdikpora Kabupaten Jembrana telah memanggil SK pada Rabu (25/3). Disdikpora Jembrana juga telah memberikan teguran lisan untuk kepsek tersebut.

"Kami sudah memanggil yang bersangkutan kemarin untuk memberikan klarifikasi sekaligus pembinaan. Dalam pertemuan tersebut, kami memberikan teguran lisan agar kejadian serupa tidak terulang kembali," ujar Kepala Disdikpora Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, saat dikonfirmasi detikBali, Kamis (26/3/2026).

Dalih Typo 'Loloh' Jadi 'Lolok'

Berdasarkan proses klarifikasi, SK mengakui bahwa komentar itu berasal dari akun pribadinya. Namun, SK berdalih bahwa kata 'lolok' yang dipermasalahkan tersebut murni merupakan kesalahan ketik atau typo.

Menurut Anom, SK mengaku awalnya mengomentari unggahan Siti tentang 'loloh'. Dalam bahasa Bali, loloh artinya jamu tradisional. Namun, lantaran salah pencet, kata 'loloh' menjadi 'lolok'.

"Yang bersangkutan menyatakan salah ketik karena postingannya sebenarnya menulis 'loloh', bukan hal lain. Beliau juga sudah menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan tersebut dan membuat surat pernyataan," imbuh Anom.

Meski begitu, Disdikpora Jembrana tetap memberikan sanksi berupa teguran tertulis kepada SK. Anom mendorong SK dapat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dengan Siti yang merasa dirugikan.

Diperiksa Inspektorat

Setelah menghadap Disdikpora, SK kemudian diarahkan menuju kantor Inspektorat Kabupaten Jembrana. SK kembali menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Hari ini yang bersangkutan juga dipanggil Inspektorat. Kami ingin memastikan masalah ini tuntas dan tidak menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan di Jembrana," ujar Anom.

Diketahui, SK pun telah meminta maaf melalui kolom komentar video yang diunggah Siti. SK menegaskan maksud komentarnya tersebut adalah 'loloh', sesuai konteks unggahan Siti.

"Maaf Siti ini saya, maksudnya itu loloh karena postingan Siti tentang loloh. Sekali.lagi mohon maaf Siti saya salah ketik. Sy sdh DM Siti tapi blum di respon," tulis SK melalui akun IG @pakkamt.

Saksikan Live DetikPagi :




(hsa/nor)











Hide Ads
LIVE