detikBali

235 Napi di NTT Terima Remisi, 1 Langsung Bebas

Terpopuler Koleksi Pilihan

235 Napi di NTT Terima Remisi, 1 Langsung Bebas


Simon Selly - detikBali

Suasana saat warga binaan menerima remisi di Kupang, NTT.
Suasana saat warga binaan menerima remisi di Kupang, NTT. (Dok. Humas Kanwil Ditjenpas NTT)
Kupang -

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan Remisi Khusus Hari Raya Idulfitri kepada 235 narapidana (napi) di seluruh lapas dan rutan di NTT. Di antara ratusan napi, hanya satu orang yang langsung bebas.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTT, Ketut Akbar Herry Achjar, menjelaskan remisi diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif. Di antaranya, berkelakuan baik, aktif mengikuti program pembinaan, serta telah menjalani masa pidana sesuai ketentuan yang berlaku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Besaran remisi yang diberikan bervariasi, mulai dari 15 hari hingga dua bulan, tergantung pada lamanya masa pidana yang telah dijalani," ujar Akbar, dalam siaran pers yang diterima detikBali, Minggu (22/3/2026).

Ia menegaskan pemberian merupakan bagian dari kebijakan pembinaan yang berorientasi pada pemulihan dan reintegrasi sosial warga binaan.

ADVERTISEMENT

"Pemberian Remisi Khusus Idulfitri ini merupakan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku secara konsisten," tambahnya.

Akbar menjelaskan remisi menjadi instrumen penting dalam mendorong semangat pembinaan, agar warga binaan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab.

Menurut dia, momentum Idulfitri menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai refleksi, introspeksi, dan perbaikan diri bagi seluruh warga binaan.

Akbar menjelaskan, dengan adanya pemberian remisi ini, diharapkan para warga binaan semakin termotivasi untuk terus berperilaku baik dan mengikuti program pembinaan secara optimal.

"Sehingga ketika kembali ke tengah masyarakat, mereka mampu berkontribusi secara positif serta tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum di masa mendatang," tugas dia.

Sementara itu, salah satu warga binaan berinisial TI bersyukur bisa kembali menghirup udara bebas. "Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan ini, terlebih di momen Idulfitri. Ini menjadi awal baru untuk memperbaiki diri, kembali ke keluarga, dan menjalani kehidupan yang lebih baik," ujarnya.




(hsa/hsa)










Hide Ads