Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Februari 2026 menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
TPAK Bali tercatat sebesar 74,63 persen, turun dari 77,40 persen pada Februari 2025. Penurunan terjadi pada laki-laki maupun perempuan.
Pada kelompok laki-laki, TPAK turun dari 83,45 persen menjadi 80 persen. Sementara itu, TPAK perempuan menurun dari 71,39 persen menjadi 69,30 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Bali pada Februari 2026 naik tipis dibandingkan Februari 2025. TPT meningkat dari 1,58 persen menjadi 1,59 persen.
Meski secara persentase naik, jumlah pengangguran justru menurun. Dari 43,13 ribu orang pada Februari 2025 menjadi sekitar 42,32 ribu orang pada Februari 2026.
"Menurun jumlahnya dari 43,13 ribu menjadi 42,32 ribu. Memang demikian secara persentase mengalami peningkatan dari 1,58 menjadi 1,59," ujar Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan, Selasa (5/5/2026).
Berdasarkan jenis kelamin, TPT laki-laki meningkat dari 1,74 persen menjadi 1,95 persen. Sementara itu, TPT perempuan turun dari 1,39 persen menjadi 1,18 persen.
BPS menyebut penurunan partisipasi angkatan kerja tidak semata-mata disebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebagian besar penduduk yang tidak bekerja memilih melanjutkan pendidikan atau mengurus rumah tangga.
"Kalau alasannya kan sebagian besar itu mereka kenapa dia tidak bekerja lagi karena dia sekolah, karena dia mengurus rumah tangga. Jadi hanya sebagian kecil yang karena apa, mengalami PHK gitu ya," jelasnya.
(dpw/dpw)










































