Kebakaran melanda bangunan sel tahanan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Negara, Kabupaten Jembrana, pada Selasa (8/9/2026) pagi. Kebakaran yang menghanguskan ruang sel tahanan wanita dan anak tersebut berhasil dipadamkan petugas Damkar Satpol PP Jembrana dalam waktu 30 menit.
Peristiwa kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh petugas keamanan Kejari Negara, sekitar pukul 09.18 Wita. Saat sedang bertugas jaga di pos keamanan, saksi mencium bau hangus yang cukup menyengat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya, petugas jaga menduga bau tersebut berasal dari aktivitas petugas kebersihan yang sedang membakar sampah. Namun, bau hangus terdengar makin kuat sehingga memicu kecurigaannya.
"Merasa ada yang tidak beres, saksi langsung berpatroli mencari sumber bau dan mendapati bangunan sel tahanan sudah terbakar," ungkap Kepala Satpol PP Jembrana, I Ketut Eko Susilo Artha Permana, saat dikonfirmasi detikBali.
Melihat kobaran api, saksi sempat berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, karena api makin membesar, pihaknya segera menghubungi Mako Pemadam Kebakaran Jembrana.
"Mendapat laporan tersebut, Regu Damkar yang sedang siaga langsung ke lokasi. Sebanyak tiga armada damkar dikerahkan ke lokasi, yakni Armada Altora, Tangki Merah, dan Armada Hino Penembak. Total air yang dihabiskan untuk pemadaman mencapai 8.500 liter," papar Eko.
Penanganan kebakaran berlangsung sekitar 30 menit hingga api benar-benar berhasil dipadamkan dan lokasi dinyatakan aman. Adapun area yang terbakar merupakan bangunan sel tahanan wanita dan anak seluas 7x4 meter persegi yang terdiri dari dua ruang sel.
"Sejumlah barang di dalam bangunan tersebut ikut hangus dilalap si jago merah. Barang-barang yang terbakar di antaranya tiga TV LED, dokumen/arsip, meja dan kursi kayu, sofa, serta lemari kayu," jelas Eko.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden kebakaran ini. Penyebab pasti munculnya api serta total kerugian materiil masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
"Penyebab (kebakaran) masih dilakukan penyelidikan oleh kepolisian. Beruntung nihil korban dalam peristiwa ini," tandas Eko.