detikBali

Api Padam Hari Ketiga, Kebakaran Nakula Denpasar Masih Berasap

Terpopuler Koleksi Pilihan

Api Padam Hari Ketiga, Kebakaran Nakula Denpasar Masih Berasap


Putu Yonata Udawananda - detikBali

TKP kebakaran lahan di Jalan Nakula, Denpasar, Senin (7/9/2026).
TKP kebakaran lahan di Jalan Nakula, Denpasar, Senin (7/9/2026). (Foto: Putu Yonata/detikBali)
Denpasar -

Kebakaran hebat di lahan bedeng Jalan Nakula, Denpasar, ternyata belum benar-benar selesai meski api telah padam sejak hari ketiga. Memasuki hari ketujuh, petugas masih berjibaku melakukan pendinginan karena tumpukan sampah dan puing-puing masih menyimpan bara.

"Nanti di hari ini kami ingin tuntas semuanya, klirkan semua, ya. Penuntasan sampai pendinginan, sampai selesai," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana saat ditemui di lokasi, Senin (7/9/2026).

Tirana mengungkapkan api berhasil dipadamkan pada hari ketiga pemadaman. Namun, hingga hari ketujuh ini, petugas masih melakukan rangkaian pendinginan pada areal seluas 3 hektare tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari pantauan detikBali di lokasi, empat mobil pemadam kebakaran dioperasikan untuk melakukan pendinginan secara bergantian. Proses tersebut juga dibantu dua unit alat berat excavator untuk mengeruk tumpukan sampah dan puing-puing yang masih menyimpan api.

ADVERTISEMENT

Pada Senin siang, asap masih tampak keluar dari tumpukan sampah yang ada di lokasi.

Saat api masih berkobar, Tirana menyebut pihaknya menerjunkan 10 unit armada yang bolak-balik ke lokasi kebakaran. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan kondisi di lokasi benar-benar aman.

Tirana menambahkan proses pendinginan berlangsung berhari-hari karena tumpukan sampah dan puing-puing sulit dipadamkan. Di dalam tumpukan tersebut terdapat sejumlah barang yang sulit dipadamkan, seperti ban mobil dan kayu besar.

"Di sini kan di samping sampah yang menumpuk, di dalam sampah itu kan banyak ada puing-puing bangunan. Ada juga barang yang mudah terbakar dan matinya lama," tuturnya.

Selain itu, pihaknya mengaku tidak mengalami kendala berarti terkait personel dan armada. Proses pemadaman juga dibantu pihak terkait, seperti kepolisian yang menurunkan water cannon dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menerjunkan excavator.

Sementara itu, bekas bedeng semi permanen yang sudah padam total telah diberi garis polisi sebagai bahan penyelidikan polisi.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads