detikBali

Program Banjar Menari Bergulir Akhir Juni, Disbud Badung Rekrut 62 Pengajar

Terpopuler Koleksi Pilihan

Program Banjar Menari Bergulir Akhir Juni, Disbud Badung Rekrut 62 Pengajar


Agus Eka - detikBali

tari bali
Ilustrasi tari Bali. Foto: shutterstock
Badung -

Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung bersiap menggulirkan program 'Banjar Menari' yang ditargetkan mulai berjalan penuh pada akhir Juni 2026 mendatang. Sebagai langkah awal, pihak dinas telah menjaring puluhan tenaga pengajar yang berlatar belakang sarjana seni untuk dioptimalkan dalam menggali sekaligus mengangkat potensi seni tradisi di setiap desa.

"Di akhir Juni ini sudah, sudah mulai bergerak, gitu. Sudah mulai bergerak, turun untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat kita yang ada di masing-masing desa," kata Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Gede Sukadana dikonfirmasi detikBali, Jumat (19/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Skema pelaksanaan program ini dirancang bertahap memprioritaskan tingkat desa dan kelurahan terlebih dahulu. Kebijakan ini diambil guna memetakan dan menggerakkan kekayaan budaya lokal yang tersebar di puluhan wilayah di Kabupaten Badung.

"Tapi kami start-nya sekarang mulai dari desa dulu, karena di Badung kan ada 62 desa, kelurahan. Di sini bertujuan untuk mengangkat potensi-potensi yang ada di masing-masing desa dulu terkait dengan seni dan tradisi, termasuk budaya yang ada di masing-masing desa yang ada di Kabupaten Badung," ujar Sukadana.

ADVERTISEMENT

Proses penyaringan tenaga pengajar telah merampungkan tahapan seleksi ketat untuk menyisihkan para pelamar. Penilaian tersebut menitikberatkan pada aspek kompetensi keahlian seni, rekam jejak kemampuan praktis, hingga pemenuhan berkas administrasi.

"Sudah, sudah terjaring kemarin ada, ada kalau tidak salah itu ada 93 pelamar, tetapi yang kami butuhkan 62 orang sesuai jumlah desa. Di sana perlu seleksi lagi terkait dengan kemampuan, kompetensi, termasuk administrasi," ucap Sukadana.

Disbud Badung juga melibatkan lintas lembaga dan tim ahli eksternal guna menjaga objektivitas hasil seleksi. Tim penguji tersebut merangkum perwakilan Listibiya, institusi Katalis, serta tim perumus bentukan pemerintah.

"Nah, inilah yang akan nanti tim yang sudah diseleksi ini, ya tenaga yang sudah diseleksi ini, tim seleksinya melibatkan dari Listibiya juga. Ya termasuk juga dari Katalis dan tim perumus juga kita libatkan di dalam tim, tim seleksi untuk Banjar Menari ini," tutur Sukadana.

Pemberdayaan para lulusan sarjana seni ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam wadah pengembangan bakat kepemudaan daerah. Kehadiran para profesional seni tersebut diproyeksikan mampu menghidupkan kembali ekosistem kesenian tradisional setempat.

Sebelum diterjunkan langsung ke desa, seluruh tenaga pengajar yang lolos seleksi diwajibkan mengikuti pembekalan teknis terlebih dahulu. Orientasi ini berfokus pada kejelasan pembagian tugas, lini masa pergerakan, dan target wilayah pembinaan.

Terkait pembiayaan operasional seluruh instrukturnya, Dinas Kebudayaan memastikan aspek hak keuangan para pelatih sudah dialokasikan secara resmi. Anggaran honorarium tersebut bersumber penuh dari pos Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dinas tahun berjalan.

"Untuk pelatih, sudah dimasukkan di dalam program kegiatan. Di program kegiatan, artinya untuk honornya itu kan sudah diakomodir di DPA Dinas Kebudayaan," pungkas Sukadana.



(nor/nor)









Hide Ads