Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali mengungkapkan kunjungan wisatawan domestik ke Bali pada September 2026 menurun tajam hingga 15 persen. Salah satu penyebabnya adalah harga tiket pesawat yang mahal.
"Kenapa wisatawan domestik itu turun di bulan September ini mencapai sampai 15 persen? Karena persoalan pertama adalah mahalnya harga tiket, itu yang terjadi," kata Wakil Ketua PHRI Bali I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, Rabu (30/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, penyebab kedua adalah minimnya kegiatan pertemuan dari pemerintah pusat. Penyebab ketiga, yakni ekonomi nasional yang menurun.
Sementara itu, Rai melanjutkan, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) alias turis asing masih stabil. Per hari wisman datang ke Bali sebanyak 22 ribu orang dari 43 penerbangan.
"Dari Januari sampai bulan Juni semester satu 2026, tingkat hunian rata-rata regional okupansi Bali mencapai 70 persen sampai 73 persen. Hal ini sangat-sangat bagus sekali," jelasnya.
Rai menyampaikan pada Juli hingga Agustus mengalami peningkatan tingkat hunian mencapai 80-90 persen. Oleh sebab itu, ia menegaskan tidak ada penurunan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali.
"Yang benar kunjungan internasional turis yang ke Bali sangat stabil. Yang menurun adalah domestiknya saja, itu sebabnya," tandas Rai.