detikBali

Mendadak! Menhan AS Minta Kepala Staf AD Mundur

Terpopuler Koleksi Pilihan

Mendadak! Menhan AS Minta Kepala Staf AD Mundur


Arief Ikhsanudin - detikBali

U.S. Defense Secretary Pete Hegseth attends a meeting with Britains Defence Secretary John Healey (not pictured) at the Pentagon in Washington, D.C., U.S., March 6, 2025. REUTERS/Kent Nishimura Purchase Licensing Rights
Menhan AS Pete Hegseth. (Foto: REUTERS/Kent Nishimura Purchase Licensing Rights)
Denpasar -

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth meminta Kepala Staf Angkatan Darat AS, Jenderal Randy George, mundur atau pensiun secara mendadak. Permintaan itu muncul di tengah eskalasi sikap militer Washington terhadap Iran.

Seorang pejabat Pentagon mengungkapkan, langkah tersebut diambil langsung oleh Hegseth. Pengunduran diri George pun dikonfirmasi sehari kemudian.

Dilansir dari detikNews, Jumat (3/4/2026), juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, menyatakan George resmi mundur pada Kamis melalui unggahan di X.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jenderal Randy A. George akan pensiun dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-41 yang berlaku segera. Departemen Perang berterima kasih atas pengabdian Jenderal George selama puluhan tahun kepada bangsa kita," katanya.

CBS News menjadi pihak pertama yang melaporkan pencopotan George. Seorang pejabat Departemen Pertahanan kemudian mengonfirmasi keakuratan laporan tersebut.

ADVERTISEMENT

Langkah Hegseth ini terjadi sehari setelah pidato Presiden Donald Trump terkait perang Iran. Dalam pidato itu, Trump memberi sinyal akan mengintensifkan serangan, meski sebelumnya sempat menyatakan perang bisa diakhiri dalam dua hingga tiga minggu.

Sebagai Kepala Angkatan Darat, George bekerja erat dengan Sekretaris Angkatan Darat Dan Driscoll, pejabat yang dekat dengan Gedung Putih dan dinilai Hegseth sebagai ancaman. Selama menjabat, Hegseth juga telah mencopot sejumlah perwira militer senior lainnya.

George merupakan perwira infanteri karier lulusan Akademi Militer AS di West Point tahun 1988. Ia menjabat sebagai kepala staf sejak September 2023. Sebelumnya, ia memimpin I Corps di Pangkalan Bersama Lewis-McChord, lalu menjadi asisten militer senior untuk Menteri Pertahanan Lloyd Austin pada masa pemerintahan Presiden Joe Biden.

Pengganti Jenderal George

Spekulasi berkembang di kalangan pejabat militer dan Pentagon terkait sosok pengganti George. Nama Jenderal Chris LaNeve mencuat.

Hegseth telah mengangkat LaNeve sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat. Mantan asisten militernya itu berpotensi ditunjuk sebagai pelaksana tugas Kepala Staf Angkatan Darat jika George resmi pensiun.

Sebelum bekerja untuk Hegseth, LaNeve yang mengabdi sejak 1990 usai lulus dari ROTC Universitas Arizona, menjabat sebagai panglima Angkatan Darat ke-8 di Korea Selatan. Ia juga sempat menjadi komandan Divisi Lintas Udara ke-82 di Fort Bragg, North Carolina, sebelum beralih menjadi asisten khusus untuk komandan Komando Pasukan Angkatan Darat AS, lalu bertugas di Korea Selatan.

LaNeve sempat menarik perhatian Trump beberapa jam setelah pelantikannya, saat melakukan panggilan video ke acara Commander in Chief's Ball bersama pasukannya dari Korea Selatan.

"Pak, atas nama pria dan wanita pemberani yang bertugas di bawah komando saya dan ribuan anggota layanan yang berdedikasi yang merupakan bagian dari tim gabungan di Korea, selamat atas kemenangan Anda sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47," kata LaNeve dalam panggilan video tersebut.

"Selamat datang kembali, Pak Presiden," imbuhnya.

Trump memuji LaNeve. "Mereka tidak akan main-main dengan Anda. Itu bagus," tambah Trump.

"Saya senang melihat itu. Tidak ada yang berani main-main dengan pria itu," tandasnya.




(dpw/dpw)











Hide Ads