detikBali

Heboh Giuliani Sebut Raja Charles III Masuk Islam

Terpopuler Koleksi Pilihan

Heboh Giuliani Sebut Raja Charles III Masuk Islam


Hanif Hawari - detikBali

Raja Charles III
Raja Charles III. (Foto: Instagram@theroyalfamily)
Denpasar -

Mantan Wali Kota New York City sekaligus mantan pengacara pribadi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Rudy Giuliani, kembali memicu kontroversi. Kali ini, ia menyebut Raja Charles III Inggris sebagai seorang muslim.

Melansir detikHikmah, pernyataan itu disampaikan Giuliani dalam wawancara di kanal YouTube jurnalis Inggris Piers Morgan pada Senin waktu setempat. Ucapan tersebut muncul saat ia membahas dukungannya terhadap perang AS-Israel melawan Iran.

Dalam wawancara itu, Giuliani mengaku mendapat informasi dari sejumlah pihak di Inggris bahwa negara tersebut akan menjadi negara Muslim dalam 10 tahun ke depan. Ia juga menyinggung kondisi keagamaan di Inggris, termasuk perbandingan antara Gereja Katolik Roma dan Gereja Anglikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gereja Katolik Roma sekarang lebih besar di Inggris dibandingkan Gereja Anglikan. Dan Charles III mungkin adalah raja Muslim Inggris," ujarnya, dilansir dari detikHikmah, Jumat (3/4/2026).

ADVERTISEMENT

Tak berhenti di situ, Giuliani juga mengeklaim umat Islam di Inggris tengah berupaya mengambil alih kekuasaan. Menurutnya, Iran menjadi pihak yang mendorong hal tersebut. Ia berpendapat, jika Republik Islam Iran disingkirkan, situasi akan berubah ke arah sebaliknya.

Padahal, jumlah Muslim di Inggris hanya sekitar 5% dari total populasi. Namun Giuliani menilai kelompok tersebut memiliki pengaruh besar, termasuk dalam jabatan publik seperti wali kota. Ia menyinggung sejumlah pemimpin daerah Muslim, termasuk Wali Kota London, Sadiq Khan.

Giuliani juga mengomentari isu penggunaan cadar di Inggris serta perdebatan mengenai penerapan hukum syariah. Ia bahkan melontarkan kritik keras terhadap syariah dan Al-Qur'an. Selain itu, ia turut menyinggung Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, yang menurutnya dipengaruhi secara politik oleh komunitas Muslim.

Latar Belakang Spekulasi soal Charles III

Di sisi lain, anggapan bahwa Charles III diam-diam seorang Muslim merupakan teori konspirasi yang cukup populer di internet. Isu ini muncul karena ketertarikan sang raja terhadap Islam, termasuk mempelajari bahasa Arab agar dapat membaca Al-Qur'an.

Raja Charles III sendiri diketahui merupakan penganut Anglikan yang taat. Ketertarikannya terhadap Islam lebih berkaitan dengan minatnya pada tradisionalisme, sebuah aliran pemikiran yang menekankan nilai-nilai spiritual dan kesamaan universal antaragama sebagai respons atas persoalan modern.

Charles III pernah menyampaikan bahwa Islam, Yudaisme, dan Kristen merupakan tiga agama monoteistik besar yang memiliki banyak kesamaan, lebih dari yang sering dipahami publik. Dalam pidatonya pada 2006, ia menyebut peradaban pra-modern memiliki kedekatan kuat dengan hal-hal sakral, yang menurutnya penting untuk dipahami kembali.

Sementara itu, sikap Charles III terkait konflik AS-Israel dengan Iran tidak diketahui secara pasti. Namun, ia pernah dilaporkan secara pribadi menentang invasi Irak pada tahun 2003.




(dpw/dpw)










Hide Ads