Fenomena embun beku atau es menyelimuti kawasan wisata nonpendakian Savana Propok di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Fenomena yang terjadi dalam beberapa hari terakhir itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Salah seorang pengelola Savana Propok Rosidi Anwar mengatakan fenomena es ini terjadi sejak tiga hari terakhir. Bahkan cuaca pada pagi hari mencapai 4 hingga 2 derajat celcius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah tiga hari terakhir terjadi fenomena es ini, 4 sampai 2 derajat kalau pagi," ujar Rosidin, Selasa (2/6/2026).
Menurut Rosidin, adanya fenomena ini menjadikan pemandangan di Savana Propok semakin eksotis. Kondisi itu juga berdampak pada meningkatnya jumlah wisatawan yang datang untuk berkemah.
"Pengunjung yang camping juga lumayan meningkat, karena pemandanganya semakin indah. Di rumput nempel es berbentuk kristal, ada juga di tenda pengunjung," ucapnya.
Kepala Subbagian Tata Usaha TNGR, Astekita Ardiaristo, menjelaskan fenomena es di Savana Propok merupakan hal yang biasa terjadi. Terlebih saat ini sedang terjadi peralihan musim.
"Ini fenomena yang sudah biasa terjadi di daerah pegunungan. Apalagi ini sudah mulai masuk musim kemarau, ada juga pengaruh di Benua Australia musim dingin mulai terjadi," terang Astekita.
Savana Propok tetap dibuka bagi wisatawan meskipun sedang terjadi cuaca dingin. Kendati demikian, pihaknya mengingatkan bagi pengunjung untuk melakukan persiapan terlebih dahulu sebelum mendaki.
"Masih tetap dibuka. Cuma kita mengingatkan untuk calon pendaki untuk lebih mempersiapkan diri terutama pada malam hingga pagi hari dengan membawa jaket ataupun sleeping bag yang lebih tebal," kata Astekita.
(nor/nor)










































