detikBali

Terungkap Penyebab Antrean Parah Pemudik di Gilimanuk

Terpopuler Koleksi Pilihan

Terungkap Penyebab Antrean Parah Pemudik di Gilimanuk


Herdi Alif Al Hikam - detikBali

Foto udara sejumlah kendaraan antre memasuki kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Sabtu (14/3/2026).   Memasuki H-7 Lebaran, arus mudik melalui Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang terpantau padat oleh kendaraan pribadi, bus, dan sepeda motor yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/hma/tom.
Foto: Foto udara sejumlah kendaraan antre memasuki kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Sabtu (14/3/2026). (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)
Jakarta -

Penyebab antrean parah pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, terungkap. Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Aan Suhanan, mengatakan antrean parah ini terjadi karena kapasitas Pelabuhan Gilimanuk tak mampu menampung peningkatan volume penumpang dan kendaraan.

Aan mengungkapkan peningkatan volume penumpang dan kendaraan terjadi karena libur lebaran berdekatan dengan Nyepi. Masyarakat yang mau ke luar Bali memulai perjalanan lebih dahulu sebelum Pelabuhan Gilimanuk ditutup karena Nyepi.

"Ini kan berdekatan liburan Nyepi kemudian libur Lebaran. Ini memang ada peningkatan volume. Volume dari Gilimanuk, ini ada peningkatan yang menuju Jawa," ujar Aan, Senin (16/3/2026) dilansir dari detikFinance.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama tiga hari ke belakang, masyarakat yang mau menyeberang ke luar Bali terus bertambah dari arah Denpasar dan Buleleng. Polanya, masyarakat yang mau ke Jawa berdatangan ke pelabuhan setelah azan magrib hingga menjelang dini hari.

ADVERTISEMENT

Data Posko Angkutan Lebaran mencatat total penumpang di lintasan penyeberangan itu pada H-6 lebaran ada 80.416 orang, naik 33,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 60.099 orang. Di sisi lain, truk sumbu 3 ke atas juga masih banyak yang beroperasi. Hal ini membuat kapasitas jalan tidak mampu menampung peningkatan volume yang terjadi.

Dari sisi infrastruktur, Aan mengatakan kapasitas lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk memang tidak sebesar Merak-Bakauheni. Dari dermaga hanya delapan unit yang ada di dua sisi, kemudian armada kapal besarnya juga hanya sedikit.

"Kapal yang 2.000 GT ke atas ini hanya ada 8-9, selebihnya kapalnya kan 2.000 ke bawah. Jadi kapasitas angkutnya memang sedikit," kata Aan.

Di sisi lain, Pelabuhan Gilimanuk menjadi satu-satunya pelabuhan penyeberangan yang jadi gerbang keluar masuk Pulau Bali, arus lalu lintas terpusat di pelabuhan itu saja. Tidak seperti di Pelabuhan Merak dan Bakauheni yang di sekitarnya banyak pelabuhan penyeberangan lainnya, pembagian beban lalu lintas bisa dilakukan.

Artikel ini telah tayang di detikFinance. Baca selengkapnya di sini!




(hsa/hsa)










Hide Ads