Kemacetan parah menuju Pelabuhan Gilimanuk mulai berimbas terhadap penumpukan penumpang di Terminal Tipe A Mengwi, Kabupaten Badung, Bali. Sejumlah pemudik bahkan terpaksa menginap di terminal lantaran bus jemputan dari arah Jawa terlambat datang hingga 10 jam.
"Saya sudah menunggu dari jam 1 siang karena jadwal berangkatnya jam 2 siang. Ternyata bus jemputan tertahan macet dari arah Gilimanuk," kata Teguh, pemudik asal Surabaya, saat ditemui di Terminal Mengwi, Senin (16/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teguh akhirnya tetap diberangkatkan menggunakan armada bus pariwisata yang disewa PO Bus sebagai pengganti bus utama yang terjebak macet. Ia memilih tetap bersabar menunggu karena menyadari kondisi lalu lintas menuju Pelabuhan Gilimanuk sangat padat.
"Ya nggak apa-apa nunggu, yang penting selamat sampai kampung," imbuh Teguh.
Hal serupa dialami Paino, pemudik tujuan Klaten, Jawa Tengah. Paino bahkan sudah menunggu busnya yang tak kunjung tiba di Terminal Mengwi sejak pagi.
"Tadi mau numpang bus jurusan lain, tapi nggak boleh. Harus menunggu bus susulan katanya jam 7 malam, tapi sampai sekarang belum," ujar Paino yang masih tertahan di Terminal Mengwi hingga pukul 20.00 Wita.
Kepala Terminal Tipe A Mengwi, I Dewa Gede Tantara Tesa Putra, mengakui adanya keterlambatan penjemputan bus dari Jawa menuju Bali. Menurutnya, kondisi ini sudah terjadi sejak Minggu (15/3) malam.
"Terkait kemacetan di pelabuhan penyeberangan tentu ada imbasnya, terutama untuk penjemputan armada dari Jawa ke Bali. Bahkan kemarin malam ada penumpang yang sampai menginap karena penumpukan," ungkap Dewa Tantara.
Sebagai langkah antisipasi, otoritas terminal meminta masing-masing PO menyesuaikan jadwal keberangkatan ke siang atau sore hari. Langkah ini diambil untuk menunggu volume lalu lintas di Pelabuhan Gilimanuk terurai.
"Selisih keterlambatan itu sulit diprediksi, ada yang hampir 6 jam sampai 10 jam dari jadwal. Kami sudah imbau PO agar tidak berangkat pagi hari tadi karena menunggu lalu lintas lancar," tuturnya.
Dewa Tantara membenarkan beberapa PO berinisiatif menyewa bus pariwisata untuk mengantar penumpang dari Mengwi menuju Pelabuhan Gilimanuk atau di titik tertahan demi penumpang tidak menunggu lama di terminal. Setelah itu, penumpang dijemput oleh bus AKAP yang sudah menunggu di sana.
"Nanti di Gilimanuk atau Ketapang sudah ditunggu bus aslinya. Hanya beberapa PO saja yang melakukan ini untuk mengatasi lonjakan dan menghindari keterlambatan makin lama," pungkas Tantara.
Polisi Hibur Pemudik di Terminal Mengwi
Sementara itu, suasana kaku seketika mencair saat sejumlah anggota Polres Badung menari dengan gerakan lucu di Terminal Mengwi, Senin malam. Aksi jenaka ini pun memancing para pemudik yang baru selesai berbuka puasa untuk ikut berbaur dan menari bersama.
"Kami membantu mengamankan dan membantu memberikan sekedar bingkisan untuk berbuka puasa bagi para pemudik yang berangkat ke Jember. Baik berupa makanan, minuman, buah dan vitamin supaya fit selama perjalanan," ujar Kabag Ops Polres Badung Kompol I Gusti Nyoman Sudarsana.
Hiburan tari Bali sederhana seperti Joged dan Kecak ini merupakan bagian dari pelayanan dalam Operasi Ketupat Agung 2026 Polres Badung. Adapun, pemudik asal Jember itu difasilitasi oleh Pemkab Jember. Polisi mengemas pengamanan dengan cara yang lebih santai agar para pemudik senang sebelum menempuh perjalanan jauh.
"Jadi sebagian kecil dari giat dalam rangka menciptakan kondisi aman dan nyaman selama mudik ini. Itulah salah satu kegiatan kami," sambung Sudarsana.
Pengelola terminal menyebut keberangkatan malam ini merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Jember yang memfasilitasi puluhan warga. Petugas memastikan seluruh koordinasi persiapan keberangkatan dan aspek pengamanan telah dilakukan secara matang di titik lokasi.
(iws/iws)










































