Kemacetan arus mudik pada Senin (16/3/2026) mengular panjang menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. Antrean didominasi kendaraan roda empat yang terjebak berjam-jam sebelum bisa menyeberang ke Banyuwangi.
Salah satu pemudik yang merasakan panjangnya antrean adalah Kholil. Warga Negara, Jembrana, itu harus menunggu hingga 16 jam sebelum akhirnya bisa masuk kapal menuju Banyuwangi.
"Berangkat dari Negara jam 00.30 dini hari. Baru masuk kapal jam 16.13 sore," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kholil menuturkan kemacetan sudah terjadi sejak di pertigaan Banyubiru, tepatnya di depan Rumah Makan Bidadari. Sejak titik tersebut, kendaraan dari arah Denpasar menuju Gilimanuk nyaris tidak bergerak.
Menurutnya, kemacetan semakin parah karena banyak pengendara yang menyerobot jalur berlawanan atau ngeblong.
"Banyak kendaraan yang ngeblong di sepanjang jalur macet," ujarnya.
Motor Lebih Lancar
Sementara itu, Alberto, perantau di Bali yang mudik ke Banyuwangi, mengaku tidak mengalami kemacetan parah karena menggunakan sepeda motor.
Namun, ia melihat kendaraan roda empat sudah mengular sejak kawasan Sumberklampok atau sekitar tiga kilometer sebelum Pelabuhan Gilimanuk.
"Berangkat jam 1 siang dari Singaraja. Tadi dari Sumberklampok macet kalau mobil," ujarnya ditemui detikBali.
Alberto menjelaskan sepeda motor masih bisa langsung masuk ke area parkir Pelabuhan Gilimanuk sehingga tidak perlu mengantre lama seperti mobil.
"Kalau motor langsung masuk ke area parkir pelabuhan. Mudik kali ini paling terparah macetnya," ujar pria 29 tahun itu.