Hari Batik Nasional

Kisah Sucittarini Delyana Perkenalkan Batik ke Seluruh Dunia

Ni Made Lastri Karsiani Putri - detikBali
Minggu, 02 Okt 2022 22:09 WIB
Sucittarini Delyana menunjukkan pembuatan batik di Puri Padi, Ubud, Sabtu (1/10/2022)
Sucittarini Delyana menunjukkan pembuatan batik di Puri Padi, Ubud, Sabtu (1/10/2022). (Ni Made Lastri Karsiani Putri/detikBali)
Denpasar -

2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Sebagai warisan budaya tak hanya dilestarikan di dalam negeri. Belakangan, upaya memperkenalkan batik ke luar negeri juga giat dilakukan.

Seperti yang dilakukan oleh Sucittarini Delyana, perempuan kelahiran Palembang, 14 Desember 1978. Sejak 2015, Sucittarini yang kini menetap di New Zealand konsisten mengenalkan batik ke seluruh dunia.

"Yang membuat saya tertarik pada batik adalah filosofi dan history-nya yang sebetulnya sangat erat dengan Indonesia atau Nusantara. Banyak banget komponen didalamnya yang berhubungan dengan budaya yang sangat indah dan ini jugalah yang menjadi falsafah hidup saya," ucap Sucittarini, Sabtu (1/10/2022).


Ia mengaku, persinggungan pertamanya dengan batik sebagai hal yang tak terduga. Ketika itu, ia tengah mengunjungi Yogyakarta dan langsung tertarik mengenal batik secara mendalam. Kebetulan, kala itu batik dipamerkan di salah satu balai kota di Jogja.

Suatu hari, Ketua Sekar Jagat terkejut melihat cara duduk dan posisi Sucittarini saat memegang canting batik. Sucittarini sempat dikira telah akrab dengan prosesi membuat batik. Padahal itu merupakan kali pertama Sucittarini membuat batik.

"Saya banyak mendengar dari pembatik di desa bahwa anak-anaknya tidak mau melanjutkan batik lagi. Dari sana saya terinspirasi untuk menunjukkan bahwa anak muda bisa melestarikan batik dan mengangkat batik secara autentik," tuturnya.

Sucittarini pun tergugah untuk membawa dan memperkenalkan batik kepada bangsa di negara lain. Keinginannya itu sempat ditertawakan oleh teman-temannya. Mereka menganggap ide Sucittarini itu bagai mimpi di siang bolong.

Meski demikian, tekadnya tak goyah. Ia kemudian mencari cara untuk dapat mewujudkan mimpinya tersebut. Setelah beberapa kali upaya, kerja kerasnya pun terbayarkan.

Singkat cerita, pihak kementerian datang ke tempatnya dan mendengarkan mimpi Sucittarini tersebut. Perjalanannya mengenalkan batik ke luar negeri pun dimulai. Hingga kini, hampir seluruh benua, kecuali Afrika, telah ia datangi.

"Misi saya adalah ingin menunjukkan ke semua negara atau bangsa lain bahwa ini lho Indonesia yang memiliki beragam culture dan tidak bisa didapatkan di negara lain, salah satunya adalah batik. Untuk 1 sesi hanya 45 menit dan di sana saya akan memberikan historical, filosofi, meditasi dan cara membatik," jelasnya.

Respons yang dia terima setiap kali memperkenalkan batik di luar negeri sangat beragam. Tak sedikit yang jatuh hati dan menunjukkan keinginannya untuk bisa segera datang ke Indonesia.

Hingga kini, Sucittarini terus melakukan misinya mengenalkan keindahan batik Indonesia di luar negeri. Ia berharap generasi muda Indonesia kian mencintai batik yang merupakan salah satu warisan budaya.

"Dari batik ini, kita bisa melihat lebih banyak opportunity. Dengan belajar batik kita secara langsung terkoneksi dengan diri kita dan mendapatkan inspirasi," imbuhnya.

Selain aktif memberikan workshop tentang batik di luar negeri, Sucittarini kini juga tengah disibukkan dengan aktivitasnya mengenalkan batik sebagai art healing. Ia kerap mengunggah aktivitasnya tersebut melalui akun Instagram denayabatikhealing_bali dan delyanas.



Simak Video "Ribuan Wanita Ikut Pawai Kebaya Bersama Iriana Joko Widodo"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/nor)