Catat! Mobil Tahun Segini Harusnya Haram Isi Pertalite

Catat! Mobil Tahun Segini Harusnya Haram Isi Pertalite

Tim detikOto - detikBali
Jumat, 16 Sep 2022 09:12 WIB
Kebijakan menggunakan MyPertamina untuk beli bensin subsidi mengundang beragam tanggapan. Seperti di Denpasar, warga merasa resah jika kebijakan itu mulai berlaku nantinya, Minggu, 3/7/2022.
Foto: Mobil isi BBM jenis pertalite (Ni Made Lastri Karsiani Putri/detikBali)
Bali -

Masing-masing mobil memiliki spesifikasi mesin tersendiri. Setiap spesifikasi mesin itu juga membutuhkan bahan bakar dengan kategori tertentu supaya performanya bisa optimal.

Contohnya mobil-mobil yang telah berstandar Euro 4 lansiran tahun 2018. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkap bahwa mobil yang diproduksi sejak Oktober 2018 seharusnya haram menenggak bensin dengan kandungan oktan di bawah 91.

Saat ini, bensin di bawah oktan 90 itu ada Pertalite dan juga Revvo 89. Sedangkan BBM dengan oktan di atas 91 bisa ditemui pada Pertamax, Shell Super, BP 92, hingga Revvo 92.


"Menurut Permen tersebut untuk kendaraan yang diproduksi setelah Oktober 2018 menggunakan bahan bakar sesuai Permen tersebut," jelas Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK dikutip CNBC Indonesia.

Pernyataan itu sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O.

Peraturan ini berlaku sejak tanggal diundangkan pada 7 April 2017 lalu. Namun demikian, ada masa transisi di mana kendaraan bermotor yang diproduksi diberikan tenggat paling lambat 1 tahun 6 bulan untuk kendaraan berbahan bakar bensin untuk memenuhi baku mutu emisi gas buang yang telah ditetapkan di peraturan ini. Dengan begitu, kendaraan termasuk mobil yang diproduksi sejak tahun 2018 wajib mengikuti spesifikasi BBM tersebut, yakni minimal oktan 91.

Senada dengan KLHK, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) juga menyampaikan hal serupa. Kata Kukuh, kendaraan yang diproduksi sejak Oktober 2018 tidak direkomendasi menggunakan BBM dengan oktan di bawah 91. Tapi soal pemilihan BBM memang ada di tangan konsumen.

"Semenjak 2018 itu seluruh kendaraan yang diproduksi anggota Gaikindo itu harus mengadopsi standar Euro4 di samping kendaraan harus memenuhi persyaratan itu, maka jenis BBM yang harus digunakan pun adalah RON 91, dengan kata lain itu adalah bahan bakar non subsidi," jelas Kukuh.



Simak Video "Viral Pertalite Jadi RON 86, Pemerintah Lakukan Tes di 6 SPBU"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)