Bangun 2 Bendungan, Koster Akan Kurangi Penggunaan Air Tanah di Bali

I Wayan Sui Suadnyana - detikBali
Selasa, 31 Mei 2022 15:10 WIB
Kementerian PUPR membangun Bendungan Sidan di Badung. Bendungan ini untuk mendukung ketersediaan air baku di Bali yang menjadi destinasi wisata dunia.
Foto: Pembangunan Bendungan Sidan di Badung. Bendungan ini untuk mendukung ketersediaan air baku di Bali yang menjadi destinasi wisata dunia. (Kementerian PUPR)
Denpasar -

Gubernur Bali Wayan Koster bakal mengurangi penggunaan air tanah di Pulau Dewata. Upaya itu dilakukan dengan membangun dua bendungan di Bali, yakni Bendungan Tamblang dan Bendungan Sidan.

Dua bendungan itu dibangun untuk memenuhi kebutuhan air permukaan. Koster menyebut, pembangunan Bendungan Tamblang dan Bendungan Sidan merogoh kocek hingga Rp 2,6 triliun yang semuanya bersumber dari Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Saya akan mengurangi pengeboran air bawah tanah karena itu akan merusak ekosistem. Jadi saya bangun bendungan dua sekaligus dengan anggaran Rp 2,6 triliun, semuanya dari APBN Kementerian PUPR," kata Koster saat bertemu dengan pelaku pariwisata Bali di Taman Werdhi Budaya Art Centre, Denpasar, Selasa (31/5/2022).


Koster menilai bahwa Bali saat ini sudah menghadapi krisis air bersih. Oleh karena itu, ia ingin memastikan ketersediaan air permukaan, bukan saja untuk kebutuhan domestik, tetapi juga demi kebutuhan wisatawan.

"Mengapa saya bikin bendungan, karena kita sudah mulai menghadapi krisis air bersih, tidak saja untuk kebutuhan domestik tetapi juga untuk wisatawan. Kita harus memastikan Bali ini bisa memenuhi kebutuhan airnya," ujarnya.

Dalam proyek pembangunan Bendungan Tamblang dan Bendungan Sidan, Koster mengaku hanya ditugaskan untuk menyiapkan penetapan lokasi dalam rangka penataan lahan. Semua itu sudah berjalan dan dapat selesai sesuai target.

Nantinya, kata Koster, Bendungan Tamblang dan Bendungan Sidan dapat mensuplai air ke berbagai wilayah di Bali, termasuk Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Dengan begitu, air tak perlu lagi berasal dari bawah tanah.

"Jadi nanti air bersih di Denpasar, di Badung tidak lagi ngebor dari bawah. Nanti akan disuplai dari bendungan ini supaya hotel kita itu dapat air yang terjamin kesinambungannya dan berkualitas. Tidak saja untuk kebutuhan domestik, pertanian, tapi juga untuk hotel kita," ungkap Koster.



Simak Video "Kantor Gubernur Bali Digeruduk Warga Intaran, Tolak LNG di Mangrove"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)