Gerak Cepat! Pos Pemeriksaan Tergenang Air di Gilimanuk Sudah Diuruk

I Ketut Suardika - detikBali
Sabtu, 23 Apr 2022 20:01 WIB
Bupati Jembrana dan Forkopimda pantau areal parkir kargo Gilimanuk, Bali, Sabtu (22/4/2022)
Bupati Jembrana dan Forkopimda pantau areal parkir kargo Gilimanuk, Bali, Sabtu (22/4/2022). Foto: I Ketut Suardika/DetikBali
Jembrana -

Terkait kondisi landasan parkir kargo tergenang air hujan, Bupati Jembrana I Nengah Tamba langsung melakukan pemantauan, Sabtu (23/4/2022). Didampingi Kapolres Jembrana serta Forkopimda, Tamba mengecek kondisi terminal kargo yang akan menjadi pusat pos pemeriksaan para pemudik yang menggunakan motor dan kendaraan kecil pribadi.

"Untuk kendala di areal parkir cargo, hari ini kita sudah drop pasir, batu (sirtu) dan kita juga sudah menambah beberapa lampu lagi, walaupun sebenarnya itu sudah cukup. Mudah-mudahan cuaca Tidak hujan juga tidak panas terik, sehingga para pemudik bisa lebih nyaman," kata Bupati Tamba.

Selain perbaikan landasan parkir kargo, pemerintah juga sudah menyiapkan tenda bagi pengendara motor pada saat terjadi antrean pemeriksaan. Namun demikian, dipastikan juga akan tetap panas.


"Saya mengimbau kepada saudara-saudara umat muslim yang akan mudik. Pilih-pilih lah harinya, yang akan mudik terutama yang menggunakan sepeda motor. Lihat dan pilih juga situasi cuaca, karena kalau terjadi antrian di Gilimanuk, kasihan juga, apalagi yang membawa anak kecil," jelasnya.

Dipastikan hari ini setelah ada instruksi Kapolri untuk kenyamanan pemudik, Bupati Tamba dan Forkopimda melakukan pantauan lapangan. Dan memastikan pola pengaturan lalu lintas bagi kendaraan sepeda motor, mobil, truk dan bus sesuai pola yang disiapkan.

"Jadi mohon dipilih-pilih hari dan waktunya untuk pulang mudik supaya tidak mengalami antrean lama, agar lebih lancar dan nyaman. Sehingga sampai di kampung bisa tetap sehat dan bisa menjalankan ibadah hari raya idul fitri dengan baik," ucapnya.

Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana mengimbau kepada para pemudik agar mengupayakan untuk tidak menggunakan sepeda motor saat mudik. Mengingat sepeda motor kerawanannya cukup tinggi. Sehingga harapannya masyarakat untuk bisa memilih menggunakan transportasi yang bersifat massal seperti bus. "Ini mengurangi mobilitas yang berada di jalur Denpasar - Gilimanuk," ungkapnya.

Namun apabila tidak ada pilihan lain juga, barang bawaan harus diperhatikan, ketika mengendarai sepeda motor.

Menurutnya, pemudik harus memikirkan kenyamanan dalam berkendara. Jangan sampai karena terlalu banyak barang akan mempersulit cara berkendara. "Jangan sampai mengganggu keselamatan di jalan," tegasnya.

Disamping itu, tentu waktunya untuk mudik dipilih baik-baik, jangan pada saat arus-arus puncak yang diperkirakan pada tanggal 28 hingga 30 pekan depan. "Jadi saya harap jauh-jauh hari sudah bisa merencanakan perjalanan untuk pulang mudik," jelasnya.

Sementara Manager ASDP Pelabuhan Gilimanuk Djumadi mengatakan, Peningkatan arus mudik mulai dari tanggal 12 sampai tanggal 23 April, H-9 jelang lebaran. Untuk angkutan penumpang masih landai-landai saja.
"Untuk roda dua ada peningkatan sampai 3% , sementara roda empat justru mengalami penurunan dari skemanya. Untuk angkutan logistik sendiri mengalami peningkatan hingga 5 persen," ungkapnya.

Kaitan dengan kuota tiket, lanjut Djumadi, itu semuanya bersifat situasional. Ketika terjadi antrean nanti nantinya akan bertambah, menyesuaikan dengan situasi kondisi di lapangan. "fleksibel Bapak ya," tukasnya.



Simak Video "Teror Pelemparan Batu di Tasik, Tiga Santri Jadi Korban"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)