Pertama di Bali, Donasi untuk Orang Gangguan Kejiwaan Pakai NFT

Poetri - detikBali
Kamis, 21 Apr 2022 22:01 WIB
Selly Fajarini ketika menunjukkan buku bertajuk Warna-warni Cinta Selly Fajarini yang setiap unitnya didaftarkan di jaringan blockchain sebagai aset NFT dan untuk donasi pada Kamis (21/4/2022)
Foto: Poetri/detikBali
Denpasar -

Beberapa waktu lalu masyarakat tengah dihebohkan dengan fenomena Non-Fungible Token (NFT).

NFT sendiri sering dianggap sebagai metode yang cukup praktis untuk jual beli karya seni dalam bentuk digital.

Sama halnya dengan mata uang kripto, NFT juga menggunakan teknologi blockchain.


Pemanfaatan teknologi ini blockchain ini memungkinkan seseorang untuk dapat melakukan pelacakan kode unik dari NFT.

Kini pemanfaatan NFT juga bisa dimanfaatkan dalam aksi sosial. Seperti yang dilakukan oleh mantan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Selly Fajarini.

Ia menulis dan menerbitkan buku bertajuk 'Warna-warni Cinta Selly Fajarini'.

Menurutnya, buku ini dicetak terbatas dan setiap unitnya didaftarkan di jaringan blockchain sebagai aset NFT melalui Baliola.com.

NFT buku tersebut dibanderol seharga Rp 500 ribu atau 34 kepeng (KPG).

"Setelah dipotong biaya produksi, seluruh hasil dari penjualan akan disumbangkan kepada Rumah Berdaya Denpasar," katanya.

Rumah Berdaya Denpasar sendiri merupakan rumah rehabilitasi bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan pada kejiwaan.

Menurut Selly, melalui aksi donasi ini para donatur diajak bersama-sama merasakan pengalaman baru dalam berderma sekaligus membuat sejarah sebagai pelopor aksi donasi melalui NFT.

"Setahu saya, inilah donasi pertama di Bali yang dilakukan dengan NFT. Maka para donatur dalam project ini adalah para pembuat sejarah. Merekalah orang-orang pertama di Bali yang berdonasi dengan NFT," ujar Selly pada detikBali, Kamis (21/4/2022).

Ia menuturkan bahwa hanya ada 50 NFT plus buku fisik yang diterbitkan saat peluncuran pada 21 Mei nanti.

Nantinya, di luar buku fisik, terdapat 200 NFT lagi buku tersebut dalam bentuk aset digital.

"Jadi, total NFT yang diterbitkan adalah 300 NFT," ucap Selly Fajarini.

Gagasan penerbitan buku dengan mekanisme NFT ini, kata Selly, merespons perkembangan dunia NFT yang marak beberapa tahun belakangan ini.

Mengambil momentum Valentine Day dan Hari Kartini, Selly Fajarini mencetuskan penggalangan dana sosial melalui cara baru.

Buku Warna-warni Cinta Selly Fajarini ini memuat berbagai ekspresi cintanya kepada suami, keluarga,
sahabat, para lansia, busana, hingga petualangan.

Mengenai aksi donasi NFT yang dilakukan Selly Fajarini ini, Direktur Utama Baliola.com, IGP Rahman Desyanta, mengatakan pihaknya merasa bergembira.

Pasalnya, aksi donasi untuk kemanusiaan melalui NFT yang dilakukan Selly Fajarini ini memiliki beberapa nilai penting dalam pengembangan NFT dan blockchain di Indonesia.

"Gerakan ini mengedukasi masyarakat bahwa NFT memiliki dimensi lain diluar sebagai metode baru untuk jual-beli karya digital. Bahwa NFT juga memiliki dimensi sosial sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh Selly melalui aksi donasi NFTnya," ujarnya.

Menurutnya, melalui gerakan ini masyarakat mendapat wawasan baru bahwa dengan berdonasi melalui NFT mereka dapat membantu sesama hingha membangun kota. Sekaligus mendapat aset token yang kelak di kemudian hari dapat mereka jual kembali untuk berbagai keperluan.



Simak Video "Wamendag Jerry Bicara Soal Perkembangan Token dan Game Lokal"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)