Nasi Putih, Nasi Merah, atau Oats, Mana yang Paling Tinggi Seratnya?

Nasi Putih, Nasi Merah, atau Oats, Mana yang Paling Tinggi Seratnya?

Muhammad Fikri Haikal Saragih - detikSumut
Selasa, 20 Okt 2026 23:00 WIB
Close-up of a small glass bowl filled with rolled oats.  The oats are overflowing out of the bowl and have spilled onto the surface next to the bowl.  The bowl has rings around the edge, and the oats are raw and in a dry form.
Foto: iStock
Medan -

Lidah kita mungkin terbiasa dengan rasa nasi putih sebagai sumber karbohidrat pokok sehari-hari di rumah. Tapi, detikers tahu nggak antara nasi putih, nasi merah, dan oats, mana sumber karbohidrat yang kandungan seratnya lebih tinggi?

Seperti yang diketahui, ketiganya sama-sama menjadi sumber karbohidrat, tetapi proses pengolahannya yang berbeda. Nah, perbedaan tersebut memengaruhi kandungan serat sisa di dalam ketiganya loh.

Serat merupakan bagian dari pangan nabati yang tidak sepenuhnya dicerna tubuh. Asupan serat yang cukup dapat membantu menjaga keteraturan buang air besar dan mendukung kesehatan pencernaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, berapa kandungan serat nasi putih, nasi merah, dan oats jika dibandingkan dalam berat yang sama?

ADVERTISEMENT

Perbandingan Kandungan Serat Ketiganya

Berdasarkan data komposisi pangan USDA (United States Department of Agriculture) melalui laman DataNutri, kandungan serat ketiganya dapat dibandingkan dalam kondisi matang per 100 gram.

Saat dalam kondisi yang sudah diolah, nasi putih matang mengandung sekitar 0,4 gram serat, nasi merah matang sekitar 1,6 gram, sedangkan oats yang dimasak dengan air sekitar 1,7 gram.

Dari perbandingan tersebut, oats memiliki kandungan serat sedikit lebih tinggi daripada nasi merah, sedangkan nasi putih berada di posisi paling rendah. Namun, jumlah kandungan tersebut dapat berbeda bergantung pada jenis beras, produk oats, serta cara memasaknya.

Mengapa Kandungan Seratnya Berbeda?

Beras putih diproses dengan menghilangkan lapisan luar dan bagian tertentu agar menghasilkan beras yang lebih putih. Proses ini membuat sebagian besar serat yang terdapat pada lapisan luar biji ikut hilang. Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, bagian biji yang dihilangkan tersebut mengandung serat dan berbagai zat gizi.

Berbeda dengan beras putih, beras merah masih memiliki lapisan luar (bekatul) yang kaya serat. Lapisan ini tidak sepenuhnya dihilangkan saat beras merah diproses, sehingga kandungan seratnya umumnya lebih tinggi daripada beras putih.

Sementara itu, oats termasuk biji-bijian utuh yang mengandung serat larut dan tidak larut. Salah satu jenis serat larut pada oats adalah beta-glukan, yang telah diteliti karena potensinya membantu menurunkan kadar kolesterol.

Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, beta-glukan dapat membentuk zat menyerupai gel dalam saluran pencernaan dan membantu memperlambat proses pencernaan.

Apakah Oats Selalu Lebih Tinggi Serat?

Angka per 100 gram tidak selalu menggambarkan jumlah serat yang dikonsumsi seseorang dalam sekali makan. Porsi nasi dan oats bisa berbeda, begitu pula jumlah air yang terserap selama proses memasak.

Oats kering, misalnya, memiliki kandungan serat per 100 gram yang berbeda dari oats matang karena berat oats matang bertambah setelah menyerap air. Karena itu, data oats kering tidak tepat dibandingkan langsung dengan nasi yang sudah dimasak.

Selain jenis makanan dan porsinya, bahan tambahan juga perlu diperhatikan. Oats instan dengan gula tambahan, misalnya, tidak selalu memiliki komposisi gizi yang sama dengan oats polos.

Artikel ditulis Muhammad Fikri Haikal Saragih, peserta Maganghub Kemnaker di detikcom

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Bolehkah Penderita Mag dan Diabetes Diet Intermittent Fasting?"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads