Makan Malam Sebaiknya Berapa Jam Sebelum Tidur? Ini Penjelasan Dokter

Makan Malam Sebaiknya Berapa Jam Sebelum Tidur? Ini Penjelasan Dokter

Elmy Tasya Khairally - detikSumut
Selasa, 29 Sep 2026 07:00 WIB
Ilustrasi Perempuan Tidur
Foto: Getty Images/iStockphoto/Nuttawan Jayawan
Jakarta -

Makan malam terlalu dekat dengan waktu tidur sering kali dianggap sepele. Padahal kebiasaan ini bisa membuat tubuh belum selesai mencerna makanan ketika kita sudah terlelap.

Tak heran jika sebagian orang kemudian mengalami perut terasa penuh, tidak nyaman, atau tidur kurang nyenyak. Sebenarnya berapa lama sebaiknya memberi jeda antara makan malam dan waktu tidur.

Spesialis jantung di Narayana Hospital, Jaipur, India, dr Devendra Kr Shrimal, mengatakan, langsung tidur setelah makan malam umumnya tidak akan menyebabkan masalah jantung secara langsung, tetapi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama pada orang yang mengalami refluks asam lambung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Makan tepat sebelum tidur tidak secara langsung menyebabkan serangan jantung atau penyakit jantung. Tetapi tidur segera setelah makan besar atau larut malam dapat mempengaruhi pencernaan, tidur, dan refluks asam. Makan sangat larut dan memiliki pola tidur yang tidak teratur juga dapat menyebabkan faktor risiko metabolik dan kardiovaskular seiring waktu," katanya dikutip detikHealth dari laman Hindustan Times.

ADVERTISEMENT

Menurut dr Shrimal, refluks asam lambung menjadi salah satu masalah utama yang perlu diperhatikan. Berbaring tidak lama setelah makan malam membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan, terutama setelah mengonsumsi makanan dalam porsi besar, berlemak, atau pedas.

"Gravitasi tidak ada untuk menahan isi perut agar tetap di bawah saat Anda berbaring sesaat setelah makan. Hal ini dapat menyebabkan asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan, terutama setelah makan makanan yang banyak, berlemak, atau pedas. Mereka yang sudah menderita asam lambung atau penyakit refluks gastroesofageal (GERD) mungkin akan mengalami mulas, rasa asam di mulut, batuk, atau kesulitan tidur di malam hari," jelasnya.

Dari sisi kesehatan jantung, ia mengatakan bahwa hal yang lebih perlu diperhatikan adalah pola makan terlalu larut, kualitas tidur yang buruk, dan rutinitas yang tidak teratur, bukan sekadar tidur segera setelah makan malam dalam satu kesempatan. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat memengaruhi metabolisme, tekanan darah, dan aspek lain yang berkaitan dengan kesehatan kardiovaskular.

"American Heart Association melaporkan bahwa jadwal tidur dan makan yang tidak teratur mungkin terkait dengan faktor risiko kardiometabolik seperti obesitas, resistensi insulin, dan tekanan darah tinggi. Namun, para ilmuwan masih berupaya menentukan sejauh mana waktu makan benar-benar meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dari waktu ke waktu," kata dr Shrimal.

Dokter tersebut juga menjelaskan bahwa makanan dan tidur memiliki hubungan dua arah. Mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak atau dengan komposisi yang tidak seimbang menjelang tidur dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu kualitas tidur.

Sebaliknya, kurang tidur dapat memengaruhi nafsu makan, pilihan makanan, dan kesehatan metabolik.

Kapan Sebaiknya Tidur setelah Makan Malam?

dr Shrimal menyarankan untuk memberikan waktu beberapa jam agar tubuh dapat mencerna makanan, terutama bagi orang yang sering mengalami refluks asam lambung atau gangguan pencernaan.

"Makan malam setidaknya 3 jam sebelum tidur, terutama jika Anda cenderung mengalami refluks asam atau gangguan pencernaan. Makanlah makanan yang lebih ringan di malam hari dan jangan jadikan makan malam berat dan tinggi lemak sebagai kebiasaan. Tetapi yang lebih penting, pikirkan gambaran keseluruhannya: diet sehat, olahraga teratur, kebiasaan tidur yang baik, dan jadwal makan dan tidur yang teratur lebih penting daripada satu kali makan malam larut malam," katanya.

Memberikan jeda sekitar tiga jam sebelum tidur dapat membantu mengurangi refluks yang terjadi pada malam hari.

Kapan Perlu Memeriksakan Diri ke Dokter?

Di sisi lain, jangan langsung menganggap rasa tidak nyaman setelah makan malam dalam porsi besar sebagai gangguan asam lambung. dr Shrimal mengingatkan bahwa gejala serangan jantung terkadang dapat disalahartikan sebagai gangguan pencernaan, termasuk ketika terjadi pada malam hari.

Jika mengalami nyeri atau tekanan di dada, berkeringat, mual, atau nyeri yang menjalar ke lengan, punggung, leher, maupun rahang, segera cari pertolongan medis darurat.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Jokowi, SBY hingga Jusuf Kalla Penuhi Undangan Prabowo di Istana"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads