Orang yang tengah berpuasa, biasanya menginginkan berbagai jenis makanan untuk santapan berbuka puasa. Apalagi kini banyak takjil yang tersedia selama Ramadan.
Makanan-makanan ini akan sangat menggiurkan jika dilihat selama berpuasa. Sayangnya, tak sedikit makanan yang dibeli itu berujung pada mubazir karena hanya menuruti hawa nafsu. Ada juga yang sampai kekenyangan karena memaksa diri menyantap berbagai jenis makanan.
Segala yang berlebihan tentunya dilarang oleh Islam. Lalu, seperti apa etika berbuka puasa yang diajarkan Islam? Berikut penjelasannya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Muzakkir mengatakan bahwa makan dengan cara yang berlebihan hingga kekenyangan, sangat bertentangan dengan ajaran Islam.
"Saya yakin itu bertentangan, sehingga begitu berbuka itu seperti festival kuliner nusantara, semua di meja itu ada. Islam tidak mengajarkan sikap mubazir," kata Muzakkir dalam program Kultum Ramadan detikSumut, Sabtu (7/3/2026).
Muzakkir menyebut orang yang berpuasa diajarkan untuk bisa menahan diri dari berbagai godaan, termasuk menyiapkan makanan berbuka puasa yang berlebihan. Sebaiknya, kata Muzakkir, berpuasa cukup dengan santapan seadanya, sebagaimana yang disunnahkan dalam Islam. Muzakkir mengatakan memakan makanan yang berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan.
"Jadi, sebaiknya orang yang berpuasa itu bisa menahan diri. Amalkan saja yang disunnahkan. Berbuka dengan seteguk air, apalagi ada air zam-zam, air yang tidak terlalu dingin, air yang hangat. Lalu, akan beberapa butir kurma atau buah," ujarnya.
"Kemudian, dilanjutkan dengan salat maghrib, baru makan yang agak berat. Itu pun jangan berlebihan, karena tubuh kita yang sudah 13 jam lebih berpuasa, dia perlu refreshing. Jadi, jangan dipaksa dengan banyaknya makanan yang berlebihan. Secara kesehatan pun tak sehat, secara agama pun ini perbuatan yang dilarang, ya, karena mubazir, itu perbuatan yang tidak dibenarkan dalam Islam," pungkasnya.
