Di era digital, semua informasi dapat dengan mudah didapatkan. Sejumlah media sosial yang tersedia membuat detikers bisa mengetahui informasi dari berbagai belahan dunia.
Namun, yang paling penting adalah bersikap bijak dalam bermedia sosial. Lakukan saring sebelum sharing.
Terlebih lagi di bulan Ramadan ini. detikers harus mengetahui etika bermedia sosial agar tidak menimbulkan 'dosa digital' yang berakibat pada berkurangnya pahala puasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti apa caranya agar terhindar dari 'dosa digital' saat bermedsos? Berikut penjelasannya:
Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Muzakkir mengatakan bahwa di era digital ini, masyarakat penting untuk mengetahui etika bermedia sosial. Dengan begitu, medsos tidak memberikan dampak merugikan bagi penggunanya.
"Memang kita tengah hidup di zaman digitalisasi. Bahkan, media sosial telah menjadi bagian kehidupan kebanyakan orang. Mereka sangat tergantung dengan berbagai medsos, tetapi kita harus menyadari bahwa medsos tidak selamanya membawa nilai-nilai positif bagi kita, tapi juga bisa mendatangkan mudarat atau sesuatu yang negatif kalau kita tidak mampu memilah atau memilih mana konten yang harus diikuti dan ditinggalkan," kata Muzakkir dalam Program Kultum Ramadan, Kamis (5/3/2026).
Terlebih lagi di bulan puasa yang penuh berkah ini. Tentunya, detikers menginginkan puasanya mendapatkan rida Allah SWT.
Salah satu caranya, kata Muzaakir, adalah dengan menahan diri dari berbagai hal-hal yang menimbulkan mudarat, termasuk dalam bermedia sosial. Muzakkir menyampaikan soal rumus hidup Jamu Jati Kendi yang berarti jaga mulut, jaga hati dan kendalikan diri.
"Jaga mulut dari perkataan yang sia-sia, menjaga hati dari berbagai penyakit hati dan kendalikan diri. Maknanya kita mengendalikan akal pikiran, berpikrir yang waras, cerdas, mengendalikan hati dari penyakit penyakit hati. Kita singkirkan kemarahan, dendam, sombong, keserakahan. Bahkan, lebih daripada itu, kita harus mampu mengendalikan hawa nafsu jahat yang membawa kita kepada kebatilan," jelasnya.
3 Kunci Bermedsos di Bulan Puasa
Muzakkir pun memberikan 3 poin penting dalam bermedsos, termasuk pada saat bulan Ramadan. Pertama, bermedsos itu harus baik. Artinya, bermedsos harus memberikan dampak yang baik, jangan malah mendatangkan hal yang buruk.
Kedua, harus benar. Menurutnya, masyarakat juga harus mengikuti konten medsos yang benar. Muzakkir juga mengingatkan masyarakat untuk jangan sampai membagikan konten-konten yang belum dipastikan kebenarannya.
"Harus benar, jangan kita mengikuti konten yang salah, apalagi ikut menyebarkan kesalahan," sebut Muzakkir.
Sementara kunci yang ketiga adalah mengikuti dan memberikan konten yang bermanfaat.
"Kalau tidak memberikan manfaat, bahkan malah mendatangkan kerugian dan hal negatif, ini yang perlu kita puasakan, kita menahan diri, bahwa tidak semua konten itu harus disebarluaskan, harus diikuti, tapi kita harus memilih mana yang mendatangkan manfaat," pungkasnya.
Simak Video "Video: Urutan Pemakaian Skincare Selama Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(fnr/mjy)











































