Iman Naik Turun saat Ramadan, Normal atau Tanda Bahaya?

Cahaya Ramadan

Iman Naik Turun saat Ramadan, Normal atau Tanda Bahaya?

Finta Rahyuni - detikSumut
Jumat, 06 Mar 2026 17:00 WIB
Iman Naik Turun saat Ramadan, Normal atau Tanda Bahaya?
Foto: Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UINSU Prof Muzakkir. (Finta Rahyuni/detikSumut)
Medan -

Keimanan seorang hamba kadang bisa bertambah dan berkurang. Namun, akan sangat merugi orang-orang yang kadar keimanannya terus menurun.

Terlebih lagi saat Ramadan, banyak manusia yang berlomba-lomba berbuat kebaikan di bulan penuh berkah itu. Berbagai amalan dilakukan untuk meningkatkan keimanannya.

Namun, tak sedikit keimanan dan ketaatan menjalankan ibadah berkurang seiring berjalannya puasa Ramadan. Masjid-masjid yang pada awal Ramadan penuh dengan orang-orang yang melaksanakan salat Tarawih, perlahan mulai berkurang. Begitu juga dengan amalan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iman seseorang memang bisa saja naik dan turun, termasuk saat Ramadan. Namun, apakah ini menjadi hal yang normal atau justru menjadi pertanda bahaya? Begini penjelasannya:

Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Muzakkir mengatakan bahwa Ramadan harusnya menjadikan pribadi umat manusia menjadi lebih baik dan keimanan yang terus naik. Setelah Ramadan berakhir, manusia diharapkan tetap menjalankan amalan-amalan, seperti yang dilakukan selama Ramadan.

ADVERTISEMENT

"Persoalan yang serius pada hari ini juga adalah, bahwa iman seseorang itu bisa mengalami fluktuasi, bisa naik turun. Jalau kita lihat di bulan Ramadan ini, alhamdulillah, keimanan kita berada pada kondisi yang lebih baik mengalami peningkatan yang ditandai dengan semangat beribadah, masjid-masjid banyak sekali dimakmurkan; qiyamul lail penuh, tadarusan. Bahkan, juga menjelang berbuka, kita lihat para remaja, para kaum milenial, mereka membangun semangat berbagi takjil dengan sukarela," kata Muzakkir dalam program Kultum Ramadan detikSumut, Jumat (6/3/2026).

Muzakkir menyebut kadar keimanan seseorang harusnya terus naik, jangan malah turun.

Ψ§Ω„Ψ₯ΩŠΩ…Ψ§Ω† يزيد ΩˆΩŠΩ†Ω‚Ψ΅ΨŒ يزيد Ψ¨Ψ§Ω„Ψ·Ψ§ΨΉΨ© ΩˆΩŠΩ†Ω‚Ψ΅ Ψ¨Ψ§Ω„Ω…ΨΉΨ΅ΩŠΨ©

Artinya: 'Iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang. Bertambah dengan ketaatan (kepada Allah) dan berkurang dengan kemaksiatan (dosa)'.

Dalam kalimat itu, kata Muzakkir, dijelaskan bahwa iman seseorang bisa naik jika terus memperbanyak ibadah. Sementara jika terus melakukan maksiat, maka keimanan akan turun.

"Iman itu akan baik, bertambah kalau kita menjalankan ketaatan kepada Allah, semakin banyak beribadah, semakin banyak baca alquran, itikaf di masjid, jangan itikaf di depan TV, atau di kafe. Namun. dia bisa turun, bahkan anjlok, drop, kalau manusianya suka berbuat dosa, meninggalkan salat, ninggalin puasa, jarang baca Alquran," sebutnya.

Muzakkir menyebut jika iman terus mengalami penurunan, maka itu menjadi tanda bahaya. Untuk itu, Muzakkir mengimbau umat Islam untuk terus memperbanyak ibadah, terlebih lagi di bulan Ramadan.

"Kualitas iman itu bisa mengalami fluktuasi yang sangat berbahaya. Maka mari di bulan suci Ramadhan ini, kita berusaha merawat iman yang sudah Allah anugerahkan pada kita. Iman itu ibarat bunga, harus disirami, dirawat, dijaga. Begitulah iman yang bersemi di hati ini, dirawat dengan amal ibadah, dijaga dengan memperbanyak amal, Insya Allah, kadar iman itu akan setidaknya stabil, dan kita berharap di bulan Ramadan ini dan seterusnya akan lebih baik," tutupnya.




(fnr/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads