8 Jenis Karbohidrat Tinggi Kalori, Tak Cocok Dikonsumsi saat Diet

Arina Yulistara - detikSumut
Rabu, 24 Des 2025 21:40 WIB
Foto: Getty Images/Pikusisi-Studio
Jakarta -

Sudah bosan dengan berat badan berlebih selama tahun 2025, dan ingin punya body goals di tahun 2026, maka pola hidup harus dipebaiki. Konsumsi makanan rendah kalori tinggi protein, bangun masa otot dan istirahat cukup jadi kunci untuk bisa punya body goals tahun depan.

Orang yang ingin punya body goals tidak dilarang mengonsumsi karbohidrat, tapi harus dikontrol. Sebab, karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh, tapi tidak semua jenis karbohidrat baik untuk dikonsumsi.

Jenis karbohidrat sederhana, seperti gula tambahan atau tepung olahan, mudah dicerna tubuh dan menyebabkan lonjakan gula darah. Sayangnya, makanan ini juga tidak memberikan rasa kenyang yang bertahan lama sehingga bisa memicu makan berlebihan.

Dikutip dari wolipop, jika dikonsumsi terus-menerus, makanan tinggi karbohidrat sederhana bisa menggagalkan usaha menurunkan berat badan.

Karbohidrat Tinggi Kalori, Tak Cocok Dikonsumsi saat Diet


1. Sereal Manis Olahan

Banyak sereal instan yang diklaim sehat padahal kandungan gula dan tepung olahannya cukup tinggi. Jika dikonsumsi setiap pagi, asupan kalori harian akan melonjak tanpa disadari.

Pilihan yang lebih baik adalah oatmeal yang dipadukan dengan buah segar dan kacang. Oat termasuk karbohidrat kompleks yang membantu menjaga energi bertahan lebih lama.

2. Cereal Bar

Banyak orang menganggap cereal bar praktis dan sehat. Namun sebagian besar produk yang dijual di pasaran justru penuh gula tambahan dan tepung olahan.
Untuk pilihan lebih aman, buatlah sendiri di rumah dengan bahan kacang, biji-bijian, dan sedikit madu. Dengan begitu, kamu bisa mengontrol jumlah gula dan karbohidratnya.

3. Makanan Ultra-Proses

Makanan tinggi karbohidrat selanjutnya yang perlu dihindari saat diet adalah keripik, snack instan, hingga makanan beku olahan, karena umumnya tinggi karbohidrat sederhana, lemak jenuh, dan natrium. Kandungan gizinya rendah, sementara kalorinya tinggi.
Mengganti camilan ultra-proses dengan makanan segar seperti buah, sayur, atau kacang akan lebih menguntungkan bagi tubuh. Selain rendah kalori, tentu lebih menyehatkan.

4. Kue dan Dessert Manis

Dessert, seperti tart, donat, dan puding kaya akan gula tambahan. Rasanya memang lezat, tapi dalam jangka panjang bisa mengacaukan program penurunan berat badan.
Menggantinya dengan yogurt rendah lemak atau potongan buah bisa tetap memuaskan keinginan makan manis, tanpa harus khawatir dengan lonjakan kalori.

5. Pancake

Pancake tradisional berbahan tepung putih termasuk makanan tinggi karbohidrat. Kandungan seratnya rendah sehingga membuat perut cepat lapar kembali.
Cobalah membuat pancake dari tepung gandum, oat, atau almond. Rasanya tetap enak, namun lebih sehat karena mengandung serat dan protein yang lebih tinggi.

Karbohidrat memang penting untuk tubuh, namun jenisnya harus diperhatikan. Mengurangi makanan tinggi karbohidrat sederhana saat diet dapat membantu menekan kalori berlebih.



Simak Video "Video: Studi BRIN Sebut Pola Makan Anak Indonesia Jauh dari Gizi Seimbang"


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork