Dua wartawan menjadi korban penganiayaan saat melakukan peliputan di depan Mapolda Sumsel. Tak hanya itu, ada 1 anggota polisi dan 3 mahasiswa yang juga menjadi korban. Saat ini polisi masih memburu para terduga pelaku yang terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut.
Kapolda Sumsel Irjen Rony Samtana mengatakan telah memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan dan mencari para terduga pelaku yang melakukan penganiayaan serta yang memprovokasi sehingga aksi berujung pada kericuhan.
"Kita berkomitmen untuk melakukan investigasi secara menyeluruh, termasuk pihak-pihak lain dan para pelaku. Kita akan mengungkap sejelas-jelasnya dan seterang-terangnya peristiwa ini," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini belum diketahui berapa jumlah orang yang terlibat dalam aksi penganiayaan terhadap 2 wartawan,1 polisi dan 3 mahasiswa, sebab pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan investigasi. Pihaknya ke depan juga akan melakukan evaluasi terhadap peristiwa tersebut, termasuk di lingkungan internal Polda Sumsel.
"Ke depan kita akan melakukan evaluasi, investigasi secara menyeluruh, kita akan melakukan penyelidikan dan penyidikan secara saintifik untuk mencari para pelaku dan untuk mempertanggungjawabkan peristiwa yang sudah terjadi," ujarnya.
Sebelumnya, dua wartawan menjadi korban penganiayaan saat melakukan peliputan di depan Mapolda Sumsel. Adapun kedua wartawan tersebut yakni Rachmat Kurniawan wartawan media online dan Mulyadi wartawan televisi media lokal. Saat itu keduanya sedang melakukan peliputan aksi demo di depan Mapolda Sumsel pada Selasa (13/10/2026) siang.
Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan ternyata ada 4 orang korban lainnya yakni 1 anggota polisi yang bertugas di Ditintelkam Polda Sumsel dan 3 mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Cipayung Plus.
